Chat with us, powered by LiveChat

Rabu, 10 Mei 2023

Tentang Es Teler dan Campur Pak Joni Semarang by qiuslot

Di antara banyaknya kuliner legendaris di Kota Semarang, Es Teler dan Es Campur Pak Joni menjadi pilihan kuliner yang tak boleh dilewatkan.

Pasalnya, Es Teler dan Es Campur Pak Joni ini sudah ada di Kota Semarang sejak 1976 silam.



Tak heran, satu persatu pelanggan tampak bergantian memasuki kedai Pak Joni yang terletak di seberang kampus Universitas PGRI Semarang (Upgris), tepatnya di Jalan Sidodadi Timur, Karangtempel, Kota Semarang.

Pemilik warung Es Teler dan Es Campur Pak Joni, Kasmiah, mengaku, warung yang didirikan bersama almarhum suaminya ini merupakan salah satu warung yang masih bertahan di wilayah Upgris sejak 46 tahun silam.

Dalam hal ini, dirinya menyebut, dua menu es hasil olahannya itulah yang paling dikenal. Lantaran meniliki rasa manis yang khas.

"Sejak 1976, dari dulu masih sama tidak ada yang berubah.

Rasa manisnya itu dari gula, sirup, dan ditambah susu kental manis," jelas Kasmiah.

Lebih jelas Kasmiah mengatakan, ada perbedaan isi antara menu Es Teler maupun Es Campur.

Pada menu Es Teler, terdapat beberapa campuran dari buah alpukat, kelapa muda dan nagka. Tak lupa, ditambahkan es batu serut dan dituangi susu putih atau coklat.



Sedangkan Es Campur, memiliki isi tape, cincau, kelapa muda, melon, nangka, dan alpukat. Selain itu, ditambahkan pula es batu serut dan susu.

"Kalau misal nangka tidak ada, diganti kolang-kaling. Karena sekarang agak susah cari bahannya," ucap dia.

Untuk satu porsi Es Teler maupun Es Campur, Kasmiah mematok dengan harga Rp 12.000.

Di samping menjualkan dua menu es tersebut, dirinya juga menjajakan bakso sapi dan beraneka macam gorengan ataupun makanan ringan.

Sehingga, pelanggan bisa memilih menu yang disajikan sebagai pengganjal perut.

"Kalau bakso sapi harganya Rp 17.000, ya ada gorengan juga," jelas Kasmiah. Warung sederhana milik Kasmiah ini beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.

Terlepas dari itu, Kasmiah mengaku, warung yang dikelolanya ini memiliki banyak pelanggan dari luar kota bahkan luar negeri.

"Yang datang kesini, tentu masyarakat sini banyak. Yang luar kota ada dari Jakarta, Surabaya, Jogja, bahkan Amerika juga pernah.

Sudah puluhan tahun tidak kesini, terus kesini lagi," pungkas dia. Sementara itu, salah satu pelanggan, Rohmatul, mengaku, baru pertama kali mencoba minum Es Campur di warung Pak Joni.

Menurut Rohmatul, Es Campur memiliki rasa yang manis dan menyegarkan. "Manisnya pas, cocok sekali kalau diminum pas siang-siang terik gini," pungkas dia.

Selasa, 09 Mei 2023

Tentang Es Puter Conglik by qiuslot88

Berwisata kuliner di Kota Semarang memang tidak pernah salah.

Segala macam pilihan kuliner dengan cita rasa tinggi siap memanjakan lidah Anda.

Mulai dari kuliner berat, ringan, pedas, manis, panas, dingin, tradisional, modern semuanya tersedia di sini.



Salah satu kuliner khas Kota Semarang yang mungkin belum diketahui oleh banyak orang, adalah Es Puter Cong Lik.

Es Puter ini berasal dari Semarang kota Atlas yang memiliki cita rasa unik yang bikin nagih.

Konon, nama Cong Lik sendiri diambil dari panggilan pendiri Es Puter Cong Lik, yakni Pak Sukimin, yang dulunya merupakan seorang kacung cilik (pembantu kecil) dari seorang berkebangsaan Jepang.

Semasa mudanya, Pak Sukimin sering diminta untuk membelikan es krim kesukaan sang majikan.

Pak Sukimin juga pernah membantu seorang penjual es krim asal Pekalongan untuk menjajakkan es krimnya keliling kampung.

Perlahan tapi pasti, Pak Sukimin mengumpulkan modal untuk menjajakkan dagangannya sendiri.

Meski awalnya Pak Sukimin hanya berjualan dengan gerobak kecil di daerah Pecinan, kini Es Puter Cong Lik telah memiliki cabang yang dikelola oleh generasi penerusnya.

Sedangkan lokasi utama es legendaris ini terletak di Jl. Kh. Ahmad Dahlan No. 11, Karangkidul, Semarang Tengah, Kota Semarang.



Berdiri sejak tahun 1982 hingga kini, Es Puter Cong Lik masih menjadi incaran wisatawan yang ingin berburu kuliner di Kota Semarang.

Yang menjadikan Es Puter Cong Lik ini digemari oleh para wisatawan adalah perpaduan cita rasa santan dan pandan serta tekstur yang khas dengan isian yang melimpah, seperti kolang kaling, roti, mutiara, kelapa, dan durian.

Es Puter Cong Lik juga menggunakan bahan-bahan alami yang tidak membuat batuk sehingga aman dikonsumsi meski dalam jumlah yang banyak.

Es Puter Cong Lik hadir dengan berbagai macam rasa, seperti durian, cokelat, alpukat, dan kelapa.

Tetapi, jika menjelang bulan suci Ramadhan biasanya rasa yang ditawarkan lebih bervariasi, seperti nangka, leci, kacang hijau, sirsak, dan blewah.

Anda juga dapat memilih 2 rasa sekaligus untuk disajikan di dalam satu porsi Es Puter Cong Lik ini.

Untuk harganya sendiri tergolong netral, tidak mahal tetapi juga tidak murah.

Namun, tetap terjangkau.

Harga satu porsi Es Puter Cong Lik berbeda-beda, mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 30.000 tergantung rasa apa yang dipilih.

Meski umumnya kuliner es seperti ini cocok dinikmati pada siang hari, tetapi tidak untuk Es Puter Cong Lik yang buka mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB.

Minggu, 07 Mei 2023

Tentang Ayam Goreng Pak Supar Semarang by qiuslot88

Siapa yang tak suka dengan ayam goreng yang baru saja diangkat dari wajan dan disajikan panas-panas?

Mencium aromanya saja sudah bikin air liur terbit, apalagi kalau sudah dicecap oleh lidah.

Tak heran, Upin dan Ipin begitu menggemari kuliner satu ini.



Padahal bisa dibilang ayam goreng adalah masakan rumahan biasa, mudah dibuat, serta mungkin bagi banyak orang tak istimewa.

Eits, tapi tunggu dulu.

Di Semarang ada warung ayam goreng yang laris manis bukan kepalang, namanya Ayam Goreng Pak Supar.

Meski bukan merupakan makanan khas Kota Atlas, warung Ayam Goreng Pak Supar ini selalu terlihat penuh setiap harinya.

Tak ayal, warung yang terletak di Jl. Moh. Suyudi No. 48, Miroto, Semarang Tengah tersebut kini menambahkan bangku dan meja di depan warung untuk menampung penikmat ayam goreng yang membludak.

Warung makan tersebut bukanlah sebuah restoran megah nan mewah.



Warung ayam goreng itu telihat sederhana dan berkapasitas maksimal sekitar 50 orang saja.

Kira-kira apa sih hebatnya Ayam Goreng Pak Supar ini sampai tersohor dari mulut ke mulut sejak dibuka pertama kali pada tahun 1974?

Rahasia utamanya ternyata terletak pada pemilihan daging ayam yang diolah.

Ayam yang digunakan sebagai menu andalan di sini adalah ayam kampung yang memang sudah dikenal memiliki kualitas lebih baik daripada ayam ternak.

Tak hanya sampai di situ.

Ukuran ayam yang digunakan pun cenderung lebih kecil jika dibandingkan daging ayam yang dipakai di tempat lain.

Common sense saya berkata bahwa mungkin itu adalah salah satu trik agar bumbu marinasi yang dibuat bisa lebih meresap sampai ke lapisan daging terdalam sehingga rasa ayam gorengnya menjadi sungguh gurih.

Di samping itu, daging ayam potong baru akan digoreng ketika pesanan datang.

Oleh karenanya, tidak akan ada cerita tamu mendapatkan ayam yang sudah dingin dan kurang menggugah selera.

Cara menyajikan hidangan di sini pun sepintas mirip dengan standar pelayanan yang biasa ditemukan di restoran Padang.

Maksudnya, para pegawai Ayam Goreng Pak Supar yang mengenakan busana batik sebagai seragam kerjanya ini menghidangkan beberapa potong ayam sekaligus pada tamu yang datang.

Akan tetapi, penghitungan total pesanannya akan didasarkan pada jumlah potongan ayam yang diambil oleh pengunjung.

Trik yang cerdas memang.

Sebagaimana kucing yang tak menolak disodori ikan, pengunjung pasti juga akan tergoda menambah lauk ayam yang terhidang tepat di depan mata.

Apalagi jika aromanya masih menguar membelai indra penciuman. Hmmm…

Jujur saja, ketika pertama menggigit daging ayam goreng kenamaan tersebut, rasanya cenderung keasinan.

Tetapi, saat daging ayam dipadukan dengan nasi putih yang pulen dan asapnya masih mengepul, wah, cita rasanya berpadu sempurna di rongga mulut.

Belum lagi, jika kita menambahkan sambal yang menjadi pendamping makanan utama tersebut. Sambal khas kedai Pak Supar ini cenderung manis.

Tetapi justru rasa manis tersebut dapat mengimbangi rasa asin daging ayam yang digoreng dalam rendaman minyak panas tersebut.

Sepertinya, satu porsi saja nggak bakalan cukup memuaskan hasrat kulineran kita.

Bagi pencinta pete, kita bisa juga memesannya kepada pegawai yang bertugas mencatat orderan.

Selain daging ayamnya sendiri, jeroan seperti hati dan ampela ayamnya juga sangat nikmat karena digoreng garing sehingga menciptakan sensasi krispi saat dikunyah.

Selain ayam goreng, warung legendaris idola para wisatawan ini juga menyediakan menu lain yang gaungnya tak kalah dengan kenikmatan rasa khas ayam gorengnya.

Apalagi kalau bukan sop buntut.

Daging ekor sapi yang digunakan untuk memasak sop buntut ini mempunyai potongan besar-besar dan disajikan cukup banyak dalam satu porsi.

Jumlah daging yang melimpah serta empuknya daging sop buntut Pak Supar inilah yang menjadi daya tarik pelanggan untuk kembali datang di lain waktu.

Resep turun temurun kelezatan sop buntut ini adalah pemakaian tulang yang cukup banyak untuk menghasilkan kaldu.

Tak heran, meskipun terlihat keruh, rasa kaldunya luar biasa dan kental sehingga pengunjung tak akan kecewa bila memesannya.

Konon, dalam sehari, warung Pak Supar bisa menghabiskan hingga 50 kilogram daging sapi!

Jika penasaran dengan menu di warung Pak Supar ini, cukup datang dan merogoh kocek 20 ribuan untuk seporsi ayam goreng atau 50 ribuan untuk menu sop buntutnya.

Warung legendaris ini dibuka mulai pukul 10 pagi sehingga masih cocok dijadikan untuk menu sarapan. Yang perlu menjadi catatan, tempat ini akan sangat ramai begitu jam makan siang karena banyak pegawai kantoran yang datang rombongan untuk makan siang di sana.

Kalau mau makan di sini, lebih baik segera duduk untuk mengamankan tempat karena nantinya akan ada karyawan yang mendatangi setiap tamu untuk mencatat pesanan kita.

Sabtu, 06 Mei 2023

Tentang Nasi Ayam Bu Wido Semarang by qiuslot88

Semarang memang kaya akan kuliner lezat.

Mulai dari lumpia, nasi goreng babat, tahu gimbal, maupun camilan-camilan khasnya tentu tidak bisa dilewatkan.



Satu lagi, ada makanan berkuah khas Semarang yang rasanya nikmat, yaitu nasi ayam.

Tidak sulit untuk mencari hidangan ini di Semarang, apalagi pada saat malam hari.

Kuliner ini banyak ditemukan di pusat kuliner maupun tenda di pinggir jalan.

Namun, ada salah satu nasi ayam yang legendaris dan jadi buruan banyak orang.



Inilah Nasi Ayam Bu Wido yang lokasinya ada di Jl. Melati Selatan, Brumbungan, Semarang Tengah.

Penataan warung makan ini tampak sederhana.

Bagian dalam warung dilengkapi dengan meja dan bangku kayu panjang khas warung makan pinggir jalan, serta satu gerobak khas pedagang keliling yang digunakan untuk menaruh berbagai bahan makanan memberikan kesan klasik di warung makan ini.

Untuk urusan kenyamanan, warung ini cukup bersih dan nyaman.

Pak Eko, selaku pengelola Nasi Ayam Bu Wido menceritakan sejarah awal berdirinya warung nasi ayam ini.

Menurut beliau, Bu Wido sudah mulai berjualan nasi ayam pada tahun 1960an.



Bu Wido belajar membuat nasi ayam dari orangtuanya yang juga penjual nasi ayam, sehingga resep yang digunakan Bu Wido adalah resep yang diwariskan secara turun temurun dari orangtuanya.

Sebelum memiliki tempat yang tetap seperti sekarang, Bu Wido menjajakan nasi ayamnya dengan cara keliling dari kampung ke kampung.

“Bu Wido berdagang sejak masih muda di daerah kampung sekitar sini. Baru sekitar tahun 2008, Bu Wido membuka warung makan.” Ujar Pak Eko.

Menurut beliau pula, dalam satu hari warung nasi ayam ini bisa menjual lebih dari 200 porsi.

Wajar bila melihat ketenaran warung makan ini serta rasanya yang memang lezat.

Saat nasi ayam dihidangkan, tampilannya sangat menggugah selera.

Bila dilihat sekilas, rupa nasi ayam ini seperti nasi liwet khas Solo.

Bedanya, bila nasi liwet menggunakan kuah areh sebagai kuahnya, makanan ini menggunakan kuah opor kuning.

Sepincuk nasi ayam dihidangkan dengan suwiran ayam, telur bacem, tahu, krecek, dan labu siam.

Nasi yang digunakan untuk adalah nasi uduk.

Perpaduan antara topping lauk, nasi uduk yang gurih, dan siraman kuah opor nan lezat terasa nikmat.

Rasa asin, manis, dan gurih melebur menjadi satu memberikan cita rasa yang berbeda dan unik.

Bagi kalian pecinta pedas, di warung makan ini tidak menyediakan sambal.

Namun, di tersedia dua macam kuah opor, yaitu kuah biasa dan kuah pedas. Kalian bisa minta kuah pedas yang lebih banyak apabila pedasnya kurang 'menggigit'.

Untuk teman makan tambahan lauk, tersedia aneka sate yang semuanya berasal dari ayam mulai dari usus, hati, ampela, paru, kulit, maupun telur puyuh.

Di setiap meja tersedia kuah santan kental yang bisa digunakan sebagai saus atau cocolan untuk sate agar lebih nikmat. Selain sate, tersedia juga aneka kerupuk, perkedel, dan tempe goreng.

Soal harga, tidak perlu khawatir.

Dengan harga sepuluh ribu rupiah kalian sudah bisa menikmati makanan lezat ini.

Untuk tambahan teman makan seperti sate, kerupuk, perkedel, dan tempe goreng dijual dengan kisaran harga dua ribu sampai lima ribu rupiah. Tergolong murah, bukan?

Nasi Ayam Bu Wido ini buka setiap hari hari mulai dari jam 16.30 sampai dengan 23.00.

Warung ini tidak pernah sepi, terutama saat weekend dan jam pulang kerja.

Begitu warung buka, biasanya pembeli sudah mulai antre.

Saat jam-jam ramai, banyak orang yang rela berdiri di luar menunggu satu-dua rombongan yang selesai makan demi mendapatkan meja agar dapat menikmati hidangan ini.

Jumat, 05 Mei 2023

Tentang Nasi koyor Semarang by qiuslot88

Kota Semarang kaya akan kuliner yang enak-enak.

Selain itu, makanan khas Semarang ini juga memiliki cita rasa tersendiri yang berbeda dengan masakan-masakan khas Yogyakarta dan Surakarta yang cenderung manis.

Meskipun cita rasa manis ini ibaratnya masih menjadi ‘dasar’ untuk masakan-masakan khas Semarang, namun manis yang dimiliki berbeda.



Yang mana, rasanya cenderung tidak terlalu dominan dan balance dengan rasa asin-gurih.

Rempah-rempah yang digunakan juga punya takaran dan bahan yang sedikit berbeda.

Bicara soal makanan di kota ini, sebenarnya tidak hanya lumpia saja yang wajib dicoba.

Satu kuliner yang juga tak bisa dilewatkan adalah Sego Koyor atau Nasi Koyor.

Dari melihat tampilannya pada gambar di atas saja sudah menggoda kan?

Supaya tidak makin penasarran, yuk berkenalan lebih jauh dengan santapan lezat ini.

Oleh kalangan orang-orang yang sudah lama tinggal di Kota Semarang, makanan ini mungkin sudah bukan hal yang asing lagi bagi mereka.

Namun bagi para perantau atau wisatawan, mungkin nama nasi koyor masih belum terlalu familiar. Pamornya masih kalah dengan lumpia maupun tahu gimbal.

Namun, belakangan kuliner ini mulai naik daun kembali dengan banyaknya para food vlogger yang membuat konten terkait makanan ini.



Bagi yang belum tahu, koyor sendiri merupakan otot atau urat sapi yang menempel pada tulang.

Di Jawa Tengah, khususnya daerah Semarang, bagian ini kerap diolah menjadi berbagai kuliner lezat, termasuk untuk nasi koyor.

Ada beberapa tempat yang bisa dijadikan pilihan bila ingin menyantap makanan ini.

Namun, satu rekomendasi tempat yang legendaris adalah warung Nasi Koyor Kota Lama.

Tempat ini sudah berdiri sejak tahun 1955 dan sudah dikenal oleh berbagai kalangan masyarakat dan pecinta kuliner.

Lebih spesifiknya, lokasi warung nasi ini berada di sebelah gedung Marba, Kota Lama Semarang.

Isian dari nasi koyor ini pada umumnya terdiri atas nasi, koyor, sayur-sayuran (biasanya nangka muda, buncis, kacang panjang, atau labu siam), kering tempe, tahu, sambal, serta telur bila menginginkan lauk tambahan, tergantung dari tempat makannya.

Tak lupa, disiram dengan kuah rempah yang lezat dan menjadi sebuah pelengkap utama dalam kelezatannya.

Saat hendak menyantapnya, aroma harum yang menggugah selera langsung tercium seketika.

Bagi yang belum pernah menyantap koyor, ketika melihat dan memotongnya mungkin akan langsung teringat dengan kikil.

Hanya saja, koyor ini memiliki ukuran yang lebih besar.

Mulai suapan pertama, tekstur kenyal nan lezat dari koyor dengan rasa gurih yang pas dari kuahnya akan terasa di lidah.

Bumbunya terasa kuat, mulai dari segi rasa koyor, kuah, maupun lauk pelengkap lainnya.

Kenikmatan ini juga semakin terasa ketika nasinya sudah tercampur dengan sambal.

Secara keseluruhan, rasa manis, asin, dan gurih menyatu dengan sempurna dari makanan ini.

Apalagi dengan porsinya yang pas, koyor yang besar, serta lauk isian yang tidak pelit.

Yulianti selaku pengelola generasi kedua dari Nasi Koyor Kota Lama menyebutkan bila kunci kenikmatan dari makanan ini adalah resep turunan khas keluarga.

Selain itu, pembuatannya juga masih menggunakan cara tradisional dengan arang.

Bila pengolahannya baik, maka koyor ini akan terasa kenyal dan empuk dengan bumbu yang terasa meresap.

Meskipun tempatnya sederhana, banyak orang-orang dari luar kota yang tertarik untuk mencoba nasi koyor di sini.

Tak jarang, ada pula kalangan pejabat yang mampir makan siang.

Selain di Nasi Koyor Kota Lama, ada pula tempat rekomendasi lain yang bisa jadi alternatif yang tak kalah enak, misalnya Nasi Koyor Mak Mi yang ada di daerah Bulustalan. 

Kamis, 04 Mei 2023

Tentang Nasi Megono by qiuslot88

Nilai sejarah dan budaya mengawali terciptanya Megono sebagai hidangan para pejuang. Megono berasal dari kata bahasa Jawa merga (karena) dan ana (ada).



Makanan ini berawal dari sajian yang diberikan untuk para pasukan Kesultanan Mataram di bawah pimpinan Bahureksa yang hendak berperang melawan VOC di Batavia pada tahun 1628.

Kondisi perang yang menyebabkan sulitnya perekonomian rakyat pada kala itu berdampak pada minimnya kebutuhan sandang dan pangan.

Suatu ketika, rombongan pasukan Mataram memasuki wilayah Kabupaten Pekalongan untuk beristirahat di perkampungan penduduk dalam kondisi kelelahan dan lapar.

Penduduk setempat bersimpatik dan tak tinggal diam melihat kondisi pasukan Mataram tersebut.

Mereka saling bahu membahu dan membantu mengumpulkan makanan dari rumah setiap penduduk untuk diberikan secara sukarela.



Namun, dengan kondisi yang serba terbatas para penduduk hanya mendapatkan kerak nasi tanpa adanya sayur.

Inisiatif untuk mencari sayur pun muncul.

Hingga diperoleh nangka muda yang banyak ditanam oleh penduduk di Pekalongan.

Nangka muda itu pun kemudian diolah dengan singkat hingga menjadi cacahan nangka muda yang terpotong kecil-kecil dan dibumbui kelapa parut.

Semenjak itu makanan ini disebut dengan Megono yang merupakan akronim merga ana, dalam bahasa Jawa berarti karena ada.

Karena hanya ada nangka muda tersebut yang dapat dijadikan sayur sebagai hidangan untuk pasukan Mataram.

Meskipun makanan sederhana berbahan dasar nangka muda, mengonsumsi nangka muda dapat memperkuat imunitas tubuh dan sumber antioksidan yang baik guna memperkuat ketahanan fisik.

Oleh sebab itu, pasukan Mataram disajikan nangka muda tersebut.

Pembuatannya Yaitu :

Megono terbuat dari nangka muda yang masih mentah dan kulitnya telah dikelupas, nangka muda itu kemudian dicincang atau diiris halus terlebih dahulu menjadi potongan kecil-kecil.

Kemudian potongan tersebut di masukkan ke dalam wadah yang tahan panas.

Selanjutnya tambahkan irisan halus bunga kecombrang, kelapa parut, bawang merah, bawang putih, ketumbar, kemiri, terasi, kencur, cabai merah, serai, daun melinjo, daun salam, daun jeruk dan bumbu rempah ke dalam wadah nangka muda dan diaduk hingga tercampur merata.

Setelah itu, kukus nangka muda yang telah tercampur dengan bumbu sekitar 45 menit-1 jam hingga nangka menjadi lunak dan bumbunya telah meresap.

Warna megono yang dihasilkan biasanya berwarna kuning kecoklatan. Warna kematangan megono dipengaruhi oleh bumbu rempah yang digunakan.

Bumbu rempah ini yang memberikan cita rasa utama pada megono.

Sedangkan rasa gurih yang dihasilkan dipengaruhi dari kelapa parut yang diberikan.

Megono hadir dalam berbagai warna dan variasi.

Variasi hidangan megono menjadi jenis tersendiri bagi megono tersebut.

Selain di Pekalongan megono memiliki variasi lain di Wonosobo.

Ciri khas megono Wonosobo adalah adanya tambahan irisan kubis hijau, parutan kelapa, dan ebi. Bumbu megono Wonosobo sendiri terdiri dari bawang merah, bawang putih, garam dan cabai.

Parutan kelapa dan ebi tersebut yang memberikan rasa gurih.

Penyajian :

Megono merupakan jenis hidangan vegetarian atau sayuran, karena hanya terdiri dari nangka muda, parutan kelapa dengan paduan bumbu rempah lainnya.

Namun, megono biasanya disajikan dengan tambahan lauk seperti cumi, daging ayam atau ikan.

Megono umumnya disajikan dengan nasi putih dan cumi yang dimasak hitam, telur rebus balado, mendoan, tempe orek, mentimun dan sambal.

Megono biasanya dikemas dengan daun pisang untuk menguatkan aromanya menjadi wangi dan lebih enak.

Rabu, 03 Mei 2023

Tentang Nasi Jamblang Cirebon by qiuslot88

Nasi jamblang merupakan kuliner khas dari Cirebon, Jawa Barat.

Jamblang merupakan nama salah satu kecamatan di Kabupaten Cirebon.

Dikutip dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dijelaskan jika nasi jamblang sejatinya tak jauh berbeda dengan nasi pada umumnya..



Perbedaan yang mencolok adalah nasi khas Cirebon ini dibungkus dengan daun jati.

Penyajian nasi jamblang ini menggunakan prasmanan.

Pengunjung bisa memilih langsung lauknya.

Semua warung makan nasi jamblang begitu.

Menu yang tersedia, antara lain sambal goreng, tahu sayur, paru-paru, semur hati atau daging, perkedel, sate kentang, telur dadar, telur goreng, telur masak sambal goreng, semur ikan, ikan asin, tahu, dan tempe.

Nasi jamblang sudah ada sejak era kolonial Belanda. Awal mula sejarahnya, Belanda membangun tiga pabrik di kawasan Cirebon.



Pabrik gula di wilayah Gempol Palimanan dan Plumbon, serta Pabrik Spirtus di Palimanan.

Berdirinya pabrik-pabrik tersebut banyak menyerap tenaga kerja dari wilayah sekitar dan wilayah lainnya.

Para buruh yang rumahnya jauh seperti dari Sindangjaya, Cisaat, Cimara, Cidahu, Cinaru, Bobos, dan Lokong harus berangkat di pagi buta dengan berjalan kaki.

Para buruh tersebut kesulitan mencari makan untuk sarapan karena pada saat itu belum berdiri warung-warung nasi.

Masyarakat zaman dulu menganggap menjual nasi merupakan suatu hal yang dilarang atau pamali.

Ini dapat dimaklumi karena peredaran uang kala itu masih sedikit.

Karena iba, seorang pengusaha pribumi asal Jamblang, H. Abdul Latief meminta istrinya Tan Piauw Lun atau akrab disapa Nyonya Pulung untuk menyediakan sedekah makanan berupa nasi dan lauk pauk secukupnya.

Nasi itu dibungkus daun jati dan diberikan kepada buruh pabrik.

Berita pemberian sedekah dari Nyonya Pulung rupanya menyebar dengan cepat.

Permintaan sarapan bagi buruh pun semakin bertambah banyak.

Para buruh menyadari apa yang mereka makan merupakan sesuatu yang harus dibeli.

Untuk mengganti apa yang dimakan, para buruh bersepakat memberikan uang alakadarnya kepada Nyonya Pulung.

Kegiatan itu menjadi cikal bakal usaha warung nasi jamblang Nyonya Pulung.

Pada saat itu, lauk pauk nasi jamblang yang diperuntukkan bagi para buruh hanya ada tujuh macam, yakni dendeng laos, kebuk goreng (paru), sambel goreng, tempe goreng, tahu goreng, sayur tahu, dan ikan asin panjelan (cucut).

Saat ini warung Jamblang nyonya Pulung berganti nama menjadi Nasi Jamblang Tulen.

Kini bisnis turun temurun ini tetap dikelola dan berdiri dengan kesederhanaan dari generasi ke generasi dan menyebar ke seluruh Kota Kabupaten Cirebon.

Manfaat Daun Jati

Daun jati dipilih oleh Nyonya Pulung sebagai pembungkus nasi jamblang karena daun jati bertekstur kasar dan tidak mudah sobek.

Tekstur itu membuat nasi yang sudah dibungkus tidak akan cepat basi walaupun terbungkus dalam waktu yang cukup lama.

Selain itu, para pekerja yang berasal dari wilayah Selatan Cirebon seperti Sindangjaya dan Cisaat menjadikan daun jati ini sebagai pelindung kepala di saat panas terik.

Daun jati juga digunakan sebagai pembungkus tempe di beberapa daerah.

Daun jati yang digunakan sebagai pembungkus nasi jamblang atau tempe itu miliki banyak manfaat untuk kesehatan kita.

Di dalamnya mengandung senyawa kimia, seperti quercetin, saponin, dan tanin yang mampu menurunkan kolesterol dalam tubuh.

Selain itu, saponin sangat baik untuk menjaga tekanan darah agar tidak tinggi atau hipertensi.

Berbagai jenis serangga hama jati juga sering dimanfaatkan sebagai bahan makanan orang desa.

Dua jenis serangga di antaranya adalah belalang jati yang besar berwarna kecoklatan dan ulat jati.

Ulat jati bahkan kerap dianggap makanan istimewa karena lezatnya.

Ulat ini dikumpulkan menjelang musim hujan.

Biasanya warga mengumpulkannya di pagi hari, ketika ulat-ulat itu bergelantungan turun dari pohon saat mencari tempat untuk membentuk kepompong.

Kepompong ulat jati pun turut dikumpulkan dan dimakan.

Selasa, 02 Mei 2023

Tentang Nasi Lengko by qiuslot88

Umumnya masyarakat Indonesia mengenal nasi sebagai makanan pokok.

Tidak mengherankan jika berbagai daerah di Indonesia memiliki beraneka macam olahan nasi dengan ciri khas dan kenikmatan yang berbeda-beda antara satu dengan lainnya.

Salah satu nasi yang terkenal memiliki cita rasa yang nikmat adalah Nasi Lengko.

Selain lezat, kuliner khas tanah para wali, Cirebon, Jawa Barat, ini diyakini mengandung nilai gizi yang sangat tinggi.  Yang paling terkenal adalah milik H. Barno di Jalan Pagongan, Cirebon sejak tahun 1968.



Meski hanya warung, daya tampungnya mencapai 100 pengunjung.

Nasi Lengko atau biasa yang disebut masyarakat Cirebon dengan sebutan sega lengko merupakan perpaduan bahan utama nasi dengan berbagai sayuran dan lauk-pauk yang menyehatkan.

Nasi Lengko sebenarnya mirip dengan nasi pecel.

Isinya berupa nasi yang di atasnya diberi irisan kecil timun, taoge, daun bawang, irisan tempe, dan tahu. Kemudian disiram dengan bumbu kacang yang lumayan pedas beserta taburan bawang goreng dan irisan daun kucai.



Nasi Lengko secara umum memiliki cita rasa yang gurih dan manis.

Meski demikian, bagi penikmat pedas, Nasi Lengko dapat ditambahkan dengan cabai agar menghasilkan rasa pedas sesuai dengan selera Anda.

Belum lagi tambahan taburan bawang goreng yang menghasilkan nuansa rasa Nasi Lengko menjadi begitu lengkap.

Nasi Lengko adalah kuliner khas Cirebon yang bisa dikatakan paling sehat karena berisi bahan-bahan nabati, tidak ada protein hewani, kecuali bagi yang ingin menikmati Nasi Lengko bersama sate kambing.

Rasanya kurang lengkap bila menikmati Nasi Lengko ini tanpa sate kambing.

Untuk itulah di warung ini pun menyediakan sate kambing yang begitu empuk dan tanpa bau prengus kambing.

Rahasia daging yang begitu empuk tersebut adalah karena yang dipilih adalah kambing muda berusia satu tahun. Dalam sehari warung ini membutuhkan sekitar 30-40 kg daging kambing.

Kelezatan Nasi Lengko sebenarnya ditentukan oleh rasa pedas sambalnya. Namun bagi yang tidak suka pedas, jangan khawatir. Tuang kecap di atas sambal sesuai selera.

Rasa kecap manis bercampur sambal dijamin lezat di lidah.

Lebih afdol lagi bila disantap bersama kerupuk.

Satu porsi Nasi Lengko harganya Rp 7.000, sedangkan sate kambing muda Rp 20.000 per sepuluh tusuk.

Uniknya lagi, warug nasi ini juga menyediakan es duren, mirip dengan es puter, rasanya lembut ditambah lagi dengan buah durennya yang masih utuh.

Warung Nasi Lengko H. Barno buka sejak pukul 06.00 hingga pukul 20.00.

Semua makanan disini masih dimasak menggunakan kayu bakar dan arang, sehingga kualitas rasanya selalu terjaga.

Tak ada salahnya jika Anda mencoba mampir makan siang di Nasi Lengko H. Barno saat mengunjungi kota Cirebon.

apabila tidak ingin mengalami antrian yang cukup panjang, bisa coba datangi cabangnya yang berada di Jalan Bahagia, tidak jauh pusatnya di Jalan Pagongan.

Tentang Es Teler dan Campur Pak Joni Semarang by qiuslot

Di antara banyaknya kuliner legendaris di Kota Semarang , Es Teler dan Es Campur Pak Joni menjadi pilihan kuliner yang tak boleh dilewatk...