Chat with us, powered by LiveChat

Rabu, 10 Mei 2023

Tentang Es Teler dan Campur Pak Joni Semarang by qiuslot

Di antara banyaknya kuliner legendaris di Kota Semarang, Es Teler dan Es Campur Pak Joni menjadi pilihan kuliner yang tak boleh dilewatkan.

Pasalnya, Es Teler dan Es Campur Pak Joni ini sudah ada di Kota Semarang sejak 1976 silam.



Tak heran, satu persatu pelanggan tampak bergantian memasuki kedai Pak Joni yang terletak di seberang kampus Universitas PGRI Semarang (Upgris), tepatnya di Jalan Sidodadi Timur, Karangtempel, Kota Semarang.

Pemilik warung Es Teler dan Es Campur Pak Joni, Kasmiah, mengaku, warung yang didirikan bersama almarhum suaminya ini merupakan salah satu warung yang masih bertahan di wilayah Upgris sejak 46 tahun silam.

Dalam hal ini, dirinya menyebut, dua menu es hasil olahannya itulah yang paling dikenal. Lantaran meniliki rasa manis yang khas.

"Sejak 1976, dari dulu masih sama tidak ada yang berubah.

Rasa manisnya itu dari gula, sirup, dan ditambah susu kental manis," jelas Kasmiah.

Lebih jelas Kasmiah mengatakan, ada perbedaan isi antara menu Es Teler maupun Es Campur.

Pada menu Es Teler, terdapat beberapa campuran dari buah alpukat, kelapa muda dan nagka. Tak lupa, ditambahkan es batu serut dan dituangi susu putih atau coklat.



Sedangkan Es Campur, memiliki isi tape, cincau, kelapa muda, melon, nangka, dan alpukat. Selain itu, ditambahkan pula es batu serut dan susu.

"Kalau misal nangka tidak ada, diganti kolang-kaling. Karena sekarang agak susah cari bahannya," ucap dia.

Untuk satu porsi Es Teler maupun Es Campur, Kasmiah mematok dengan harga Rp 12.000.

Di samping menjualkan dua menu es tersebut, dirinya juga menjajakan bakso sapi dan beraneka macam gorengan ataupun makanan ringan.

Sehingga, pelanggan bisa memilih menu yang disajikan sebagai pengganjal perut.

"Kalau bakso sapi harganya Rp 17.000, ya ada gorengan juga," jelas Kasmiah. Warung sederhana milik Kasmiah ini beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.

Terlepas dari itu, Kasmiah mengaku, warung yang dikelolanya ini memiliki banyak pelanggan dari luar kota bahkan luar negeri.

"Yang datang kesini, tentu masyarakat sini banyak. Yang luar kota ada dari Jakarta, Surabaya, Jogja, bahkan Amerika juga pernah.

Sudah puluhan tahun tidak kesini, terus kesini lagi," pungkas dia. Sementara itu, salah satu pelanggan, Rohmatul, mengaku, baru pertama kali mencoba minum Es Campur di warung Pak Joni.

Menurut Rohmatul, Es Campur memiliki rasa yang manis dan menyegarkan. "Manisnya pas, cocok sekali kalau diminum pas siang-siang terik gini," pungkas dia.

Selasa, 09 Mei 2023

Tentang Es Puter Conglik by qiuslot88

Berwisata kuliner di Kota Semarang memang tidak pernah salah.

Segala macam pilihan kuliner dengan cita rasa tinggi siap memanjakan lidah Anda.

Mulai dari kuliner berat, ringan, pedas, manis, panas, dingin, tradisional, modern semuanya tersedia di sini.



Salah satu kuliner khas Kota Semarang yang mungkin belum diketahui oleh banyak orang, adalah Es Puter Cong Lik.

Es Puter ini berasal dari Semarang kota Atlas yang memiliki cita rasa unik yang bikin nagih.

Konon, nama Cong Lik sendiri diambil dari panggilan pendiri Es Puter Cong Lik, yakni Pak Sukimin, yang dulunya merupakan seorang kacung cilik (pembantu kecil) dari seorang berkebangsaan Jepang.

Semasa mudanya, Pak Sukimin sering diminta untuk membelikan es krim kesukaan sang majikan.

Pak Sukimin juga pernah membantu seorang penjual es krim asal Pekalongan untuk menjajakkan es krimnya keliling kampung.

Perlahan tapi pasti, Pak Sukimin mengumpulkan modal untuk menjajakkan dagangannya sendiri.

Meski awalnya Pak Sukimin hanya berjualan dengan gerobak kecil di daerah Pecinan, kini Es Puter Cong Lik telah memiliki cabang yang dikelola oleh generasi penerusnya.

Sedangkan lokasi utama es legendaris ini terletak di Jl. Kh. Ahmad Dahlan No. 11, Karangkidul, Semarang Tengah, Kota Semarang.



Berdiri sejak tahun 1982 hingga kini, Es Puter Cong Lik masih menjadi incaran wisatawan yang ingin berburu kuliner di Kota Semarang.

Yang menjadikan Es Puter Cong Lik ini digemari oleh para wisatawan adalah perpaduan cita rasa santan dan pandan serta tekstur yang khas dengan isian yang melimpah, seperti kolang kaling, roti, mutiara, kelapa, dan durian.

Es Puter Cong Lik juga menggunakan bahan-bahan alami yang tidak membuat batuk sehingga aman dikonsumsi meski dalam jumlah yang banyak.

Es Puter Cong Lik hadir dengan berbagai macam rasa, seperti durian, cokelat, alpukat, dan kelapa.

Tetapi, jika menjelang bulan suci Ramadhan biasanya rasa yang ditawarkan lebih bervariasi, seperti nangka, leci, kacang hijau, sirsak, dan blewah.

Anda juga dapat memilih 2 rasa sekaligus untuk disajikan di dalam satu porsi Es Puter Cong Lik ini.

Untuk harganya sendiri tergolong netral, tidak mahal tetapi juga tidak murah.

Namun, tetap terjangkau.

Harga satu porsi Es Puter Cong Lik berbeda-beda, mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 30.000 tergantung rasa apa yang dipilih.

Meski umumnya kuliner es seperti ini cocok dinikmati pada siang hari, tetapi tidak untuk Es Puter Cong Lik yang buka mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB.

Minggu, 07 Mei 2023

Tentang Ayam Goreng Pak Supar Semarang by qiuslot88

Siapa yang tak suka dengan ayam goreng yang baru saja diangkat dari wajan dan disajikan panas-panas?

Mencium aromanya saja sudah bikin air liur terbit, apalagi kalau sudah dicecap oleh lidah.

Tak heran, Upin dan Ipin begitu menggemari kuliner satu ini.



Padahal bisa dibilang ayam goreng adalah masakan rumahan biasa, mudah dibuat, serta mungkin bagi banyak orang tak istimewa.

Eits, tapi tunggu dulu.

Di Semarang ada warung ayam goreng yang laris manis bukan kepalang, namanya Ayam Goreng Pak Supar.

Meski bukan merupakan makanan khas Kota Atlas, warung Ayam Goreng Pak Supar ini selalu terlihat penuh setiap harinya.

Tak ayal, warung yang terletak di Jl. Moh. Suyudi No. 48, Miroto, Semarang Tengah tersebut kini menambahkan bangku dan meja di depan warung untuk menampung penikmat ayam goreng yang membludak.

Warung makan tersebut bukanlah sebuah restoran megah nan mewah.



Warung ayam goreng itu telihat sederhana dan berkapasitas maksimal sekitar 50 orang saja.

Kira-kira apa sih hebatnya Ayam Goreng Pak Supar ini sampai tersohor dari mulut ke mulut sejak dibuka pertama kali pada tahun 1974?

Rahasia utamanya ternyata terletak pada pemilihan daging ayam yang diolah.

Ayam yang digunakan sebagai menu andalan di sini adalah ayam kampung yang memang sudah dikenal memiliki kualitas lebih baik daripada ayam ternak.

Tak hanya sampai di situ.

Ukuran ayam yang digunakan pun cenderung lebih kecil jika dibandingkan daging ayam yang dipakai di tempat lain.

Common sense saya berkata bahwa mungkin itu adalah salah satu trik agar bumbu marinasi yang dibuat bisa lebih meresap sampai ke lapisan daging terdalam sehingga rasa ayam gorengnya menjadi sungguh gurih.

Di samping itu, daging ayam potong baru akan digoreng ketika pesanan datang.

Oleh karenanya, tidak akan ada cerita tamu mendapatkan ayam yang sudah dingin dan kurang menggugah selera.

Cara menyajikan hidangan di sini pun sepintas mirip dengan standar pelayanan yang biasa ditemukan di restoran Padang.

Maksudnya, para pegawai Ayam Goreng Pak Supar yang mengenakan busana batik sebagai seragam kerjanya ini menghidangkan beberapa potong ayam sekaligus pada tamu yang datang.

Akan tetapi, penghitungan total pesanannya akan didasarkan pada jumlah potongan ayam yang diambil oleh pengunjung.

Trik yang cerdas memang.

Sebagaimana kucing yang tak menolak disodori ikan, pengunjung pasti juga akan tergoda menambah lauk ayam yang terhidang tepat di depan mata.

Apalagi jika aromanya masih menguar membelai indra penciuman. Hmmm…

Jujur saja, ketika pertama menggigit daging ayam goreng kenamaan tersebut, rasanya cenderung keasinan.

Tetapi, saat daging ayam dipadukan dengan nasi putih yang pulen dan asapnya masih mengepul, wah, cita rasanya berpadu sempurna di rongga mulut.

Belum lagi, jika kita menambahkan sambal yang menjadi pendamping makanan utama tersebut. Sambal khas kedai Pak Supar ini cenderung manis.

Tetapi justru rasa manis tersebut dapat mengimbangi rasa asin daging ayam yang digoreng dalam rendaman minyak panas tersebut.

Sepertinya, satu porsi saja nggak bakalan cukup memuaskan hasrat kulineran kita.

Bagi pencinta pete, kita bisa juga memesannya kepada pegawai yang bertugas mencatat orderan.

Selain daging ayamnya sendiri, jeroan seperti hati dan ampela ayamnya juga sangat nikmat karena digoreng garing sehingga menciptakan sensasi krispi saat dikunyah.

Selain ayam goreng, warung legendaris idola para wisatawan ini juga menyediakan menu lain yang gaungnya tak kalah dengan kenikmatan rasa khas ayam gorengnya.

Apalagi kalau bukan sop buntut.

Daging ekor sapi yang digunakan untuk memasak sop buntut ini mempunyai potongan besar-besar dan disajikan cukup banyak dalam satu porsi.

Jumlah daging yang melimpah serta empuknya daging sop buntut Pak Supar inilah yang menjadi daya tarik pelanggan untuk kembali datang di lain waktu.

Resep turun temurun kelezatan sop buntut ini adalah pemakaian tulang yang cukup banyak untuk menghasilkan kaldu.

Tak heran, meskipun terlihat keruh, rasa kaldunya luar biasa dan kental sehingga pengunjung tak akan kecewa bila memesannya.

Konon, dalam sehari, warung Pak Supar bisa menghabiskan hingga 50 kilogram daging sapi!

Jika penasaran dengan menu di warung Pak Supar ini, cukup datang dan merogoh kocek 20 ribuan untuk seporsi ayam goreng atau 50 ribuan untuk menu sop buntutnya.

Warung legendaris ini dibuka mulai pukul 10 pagi sehingga masih cocok dijadikan untuk menu sarapan. Yang perlu menjadi catatan, tempat ini akan sangat ramai begitu jam makan siang karena banyak pegawai kantoran yang datang rombongan untuk makan siang di sana.

Kalau mau makan di sini, lebih baik segera duduk untuk mengamankan tempat karena nantinya akan ada karyawan yang mendatangi setiap tamu untuk mencatat pesanan kita.

Sabtu, 06 Mei 2023

Tentang Nasi Ayam Bu Wido Semarang by qiuslot88

Semarang memang kaya akan kuliner lezat.

Mulai dari lumpia, nasi goreng babat, tahu gimbal, maupun camilan-camilan khasnya tentu tidak bisa dilewatkan.



Satu lagi, ada makanan berkuah khas Semarang yang rasanya nikmat, yaitu nasi ayam.

Tidak sulit untuk mencari hidangan ini di Semarang, apalagi pada saat malam hari.

Kuliner ini banyak ditemukan di pusat kuliner maupun tenda di pinggir jalan.

Namun, ada salah satu nasi ayam yang legendaris dan jadi buruan banyak orang.



Inilah Nasi Ayam Bu Wido yang lokasinya ada di Jl. Melati Selatan, Brumbungan, Semarang Tengah.

Penataan warung makan ini tampak sederhana.

Bagian dalam warung dilengkapi dengan meja dan bangku kayu panjang khas warung makan pinggir jalan, serta satu gerobak khas pedagang keliling yang digunakan untuk menaruh berbagai bahan makanan memberikan kesan klasik di warung makan ini.

Untuk urusan kenyamanan, warung ini cukup bersih dan nyaman.

Pak Eko, selaku pengelola Nasi Ayam Bu Wido menceritakan sejarah awal berdirinya warung nasi ayam ini.

Menurut beliau, Bu Wido sudah mulai berjualan nasi ayam pada tahun 1960an.



Bu Wido belajar membuat nasi ayam dari orangtuanya yang juga penjual nasi ayam, sehingga resep yang digunakan Bu Wido adalah resep yang diwariskan secara turun temurun dari orangtuanya.

Sebelum memiliki tempat yang tetap seperti sekarang, Bu Wido menjajakan nasi ayamnya dengan cara keliling dari kampung ke kampung.

“Bu Wido berdagang sejak masih muda di daerah kampung sekitar sini. Baru sekitar tahun 2008, Bu Wido membuka warung makan.” Ujar Pak Eko.

Menurut beliau pula, dalam satu hari warung nasi ayam ini bisa menjual lebih dari 200 porsi.

Wajar bila melihat ketenaran warung makan ini serta rasanya yang memang lezat.

Saat nasi ayam dihidangkan, tampilannya sangat menggugah selera.

Bila dilihat sekilas, rupa nasi ayam ini seperti nasi liwet khas Solo.

Bedanya, bila nasi liwet menggunakan kuah areh sebagai kuahnya, makanan ini menggunakan kuah opor kuning.

Sepincuk nasi ayam dihidangkan dengan suwiran ayam, telur bacem, tahu, krecek, dan labu siam.

Nasi yang digunakan untuk adalah nasi uduk.

Perpaduan antara topping lauk, nasi uduk yang gurih, dan siraman kuah opor nan lezat terasa nikmat.

Rasa asin, manis, dan gurih melebur menjadi satu memberikan cita rasa yang berbeda dan unik.

Bagi kalian pecinta pedas, di warung makan ini tidak menyediakan sambal.

Namun, di tersedia dua macam kuah opor, yaitu kuah biasa dan kuah pedas. Kalian bisa minta kuah pedas yang lebih banyak apabila pedasnya kurang 'menggigit'.

Untuk teman makan tambahan lauk, tersedia aneka sate yang semuanya berasal dari ayam mulai dari usus, hati, ampela, paru, kulit, maupun telur puyuh.

Di setiap meja tersedia kuah santan kental yang bisa digunakan sebagai saus atau cocolan untuk sate agar lebih nikmat. Selain sate, tersedia juga aneka kerupuk, perkedel, dan tempe goreng.

Soal harga, tidak perlu khawatir.

Dengan harga sepuluh ribu rupiah kalian sudah bisa menikmati makanan lezat ini.

Untuk tambahan teman makan seperti sate, kerupuk, perkedel, dan tempe goreng dijual dengan kisaran harga dua ribu sampai lima ribu rupiah. Tergolong murah, bukan?

Nasi Ayam Bu Wido ini buka setiap hari hari mulai dari jam 16.30 sampai dengan 23.00.

Warung ini tidak pernah sepi, terutama saat weekend dan jam pulang kerja.

Begitu warung buka, biasanya pembeli sudah mulai antre.

Saat jam-jam ramai, banyak orang yang rela berdiri di luar menunggu satu-dua rombongan yang selesai makan demi mendapatkan meja agar dapat menikmati hidangan ini.

Jumat, 05 Mei 2023

Tentang Nasi koyor Semarang by qiuslot88

Kota Semarang kaya akan kuliner yang enak-enak.

Selain itu, makanan khas Semarang ini juga memiliki cita rasa tersendiri yang berbeda dengan masakan-masakan khas Yogyakarta dan Surakarta yang cenderung manis.

Meskipun cita rasa manis ini ibaratnya masih menjadi ‘dasar’ untuk masakan-masakan khas Semarang, namun manis yang dimiliki berbeda.



Yang mana, rasanya cenderung tidak terlalu dominan dan balance dengan rasa asin-gurih.

Rempah-rempah yang digunakan juga punya takaran dan bahan yang sedikit berbeda.

Bicara soal makanan di kota ini, sebenarnya tidak hanya lumpia saja yang wajib dicoba.

Satu kuliner yang juga tak bisa dilewatkan adalah Sego Koyor atau Nasi Koyor.

Dari melihat tampilannya pada gambar di atas saja sudah menggoda kan?

Supaya tidak makin penasarran, yuk berkenalan lebih jauh dengan santapan lezat ini.

Oleh kalangan orang-orang yang sudah lama tinggal di Kota Semarang, makanan ini mungkin sudah bukan hal yang asing lagi bagi mereka.

Namun bagi para perantau atau wisatawan, mungkin nama nasi koyor masih belum terlalu familiar. Pamornya masih kalah dengan lumpia maupun tahu gimbal.

Namun, belakangan kuliner ini mulai naik daun kembali dengan banyaknya para food vlogger yang membuat konten terkait makanan ini.



Bagi yang belum tahu, koyor sendiri merupakan otot atau urat sapi yang menempel pada tulang.

Di Jawa Tengah, khususnya daerah Semarang, bagian ini kerap diolah menjadi berbagai kuliner lezat, termasuk untuk nasi koyor.

Ada beberapa tempat yang bisa dijadikan pilihan bila ingin menyantap makanan ini.

Namun, satu rekomendasi tempat yang legendaris adalah warung Nasi Koyor Kota Lama.

Tempat ini sudah berdiri sejak tahun 1955 dan sudah dikenal oleh berbagai kalangan masyarakat dan pecinta kuliner.

Lebih spesifiknya, lokasi warung nasi ini berada di sebelah gedung Marba, Kota Lama Semarang.

Isian dari nasi koyor ini pada umumnya terdiri atas nasi, koyor, sayur-sayuran (biasanya nangka muda, buncis, kacang panjang, atau labu siam), kering tempe, tahu, sambal, serta telur bila menginginkan lauk tambahan, tergantung dari tempat makannya.

Tak lupa, disiram dengan kuah rempah yang lezat dan menjadi sebuah pelengkap utama dalam kelezatannya.

Saat hendak menyantapnya, aroma harum yang menggugah selera langsung tercium seketika.

Bagi yang belum pernah menyantap koyor, ketika melihat dan memotongnya mungkin akan langsung teringat dengan kikil.

Hanya saja, koyor ini memiliki ukuran yang lebih besar.

Mulai suapan pertama, tekstur kenyal nan lezat dari koyor dengan rasa gurih yang pas dari kuahnya akan terasa di lidah.

Bumbunya terasa kuat, mulai dari segi rasa koyor, kuah, maupun lauk pelengkap lainnya.

Kenikmatan ini juga semakin terasa ketika nasinya sudah tercampur dengan sambal.

Secara keseluruhan, rasa manis, asin, dan gurih menyatu dengan sempurna dari makanan ini.

Apalagi dengan porsinya yang pas, koyor yang besar, serta lauk isian yang tidak pelit.

Yulianti selaku pengelola generasi kedua dari Nasi Koyor Kota Lama menyebutkan bila kunci kenikmatan dari makanan ini adalah resep turunan khas keluarga.

Selain itu, pembuatannya juga masih menggunakan cara tradisional dengan arang.

Bila pengolahannya baik, maka koyor ini akan terasa kenyal dan empuk dengan bumbu yang terasa meresap.

Meskipun tempatnya sederhana, banyak orang-orang dari luar kota yang tertarik untuk mencoba nasi koyor di sini.

Tak jarang, ada pula kalangan pejabat yang mampir makan siang.

Selain di Nasi Koyor Kota Lama, ada pula tempat rekomendasi lain yang bisa jadi alternatif yang tak kalah enak, misalnya Nasi Koyor Mak Mi yang ada di daerah Bulustalan. 

Kamis, 04 Mei 2023

Tentang Nasi Megono by qiuslot88

Nilai sejarah dan budaya mengawali terciptanya Megono sebagai hidangan para pejuang. Megono berasal dari kata bahasa Jawa merga (karena) dan ana (ada).



Makanan ini berawal dari sajian yang diberikan untuk para pasukan Kesultanan Mataram di bawah pimpinan Bahureksa yang hendak berperang melawan VOC di Batavia pada tahun 1628.

Kondisi perang yang menyebabkan sulitnya perekonomian rakyat pada kala itu berdampak pada minimnya kebutuhan sandang dan pangan.

Suatu ketika, rombongan pasukan Mataram memasuki wilayah Kabupaten Pekalongan untuk beristirahat di perkampungan penduduk dalam kondisi kelelahan dan lapar.

Penduduk setempat bersimpatik dan tak tinggal diam melihat kondisi pasukan Mataram tersebut.

Mereka saling bahu membahu dan membantu mengumpulkan makanan dari rumah setiap penduduk untuk diberikan secara sukarela.



Namun, dengan kondisi yang serba terbatas para penduduk hanya mendapatkan kerak nasi tanpa adanya sayur.

Inisiatif untuk mencari sayur pun muncul.

Hingga diperoleh nangka muda yang banyak ditanam oleh penduduk di Pekalongan.

Nangka muda itu pun kemudian diolah dengan singkat hingga menjadi cacahan nangka muda yang terpotong kecil-kecil dan dibumbui kelapa parut.

Semenjak itu makanan ini disebut dengan Megono yang merupakan akronim merga ana, dalam bahasa Jawa berarti karena ada.

Karena hanya ada nangka muda tersebut yang dapat dijadikan sayur sebagai hidangan untuk pasukan Mataram.

Meskipun makanan sederhana berbahan dasar nangka muda, mengonsumsi nangka muda dapat memperkuat imunitas tubuh dan sumber antioksidan yang baik guna memperkuat ketahanan fisik.

Oleh sebab itu, pasukan Mataram disajikan nangka muda tersebut.

Pembuatannya Yaitu :

Megono terbuat dari nangka muda yang masih mentah dan kulitnya telah dikelupas, nangka muda itu kemudian dicincang atau diiris halus terlebih dahulu menjadi potongan kecil-kecil.

Kemudian potongan tersebut di masukkan ke dalam wadah yang tahan panas.

Selanjutnya tambahkan irisan halus bunga kecombrang, kelapa parut, bawang merah, bawang putih, ketumbar, kemiri, terasi, kencur, cabai merah, serai, daun melinjo, daun salam, daun jeruk dan bumbu rempah ke dalam wadah nangka muda dan diaduk hingga tercampur merata.

Setelah itu, kukus nangka muda yang telah tercampur dengan bumbu sekitar 45 menit-1 jam hingga nangka menjadi lunak dan bumbunya telah meresap.

Warna megono yang dihasilkan biasanya berwarna kuning kecoklatan. Warna kematangan megono dipengaruhi oleh bumbu rempah yang digunakan.

Bumbu rempah ini yang memberikan cita rasa utama pada megono.

Sedangkan rasa gurih yang dihasilkan dipengaruhi dari kelapa parut yang diberikan.

Megono hadir dalam berbagai warna dan variasi.

Variasi hidangan megono menjadi jenis tersendiri bagi megono tersebut.

Selain di Pekalongan megono memiliki variasi lain di Wonosobo.

Ciri khas megono Wonosobo adalah adanya tambahan irisan kubis hijau, parutan kelapa, dan ebi. Bumbu megono Wonosobo sendiri terdiri dari bawang merah, bawang putih, garam dan cabai.

Parutan kelapa dan ebi tersebut yang memberikan rasa gurih.

Penyajian :

Megono merupakan jenis hidangan vegetarian atau sayuran, karena hanya terdiri dari nangka muda, parutan kelapa dengan paduan bumbu rempah lainnya.

Namun, megono biasanya disajikan dengan tambahan lauk seperti cumi, daging ayam atau ikan.

Megono umumnya disajikan dengan nasi putih dan cumi yang dimasak hitam, telur rebus balado, mendoan, tempe orek, mentimun dan sambal.

Megono biasanya dikemas dengan daun pisang untuk menguatkan aromanya menjadi wangi dan lebih enak.

Rabu, 03 Mei 2023

Tentang Nasi Jamblang Cirebon by qiuslot88

Nasi jamblang merupakan kuliner khas dari Cirebon, Jawa Barat.

Jamblang merupakan nama salah satu kecamatan di Kabupaten Cirebon.

Dikutip dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dijelaskan jika nasi jamblang sejatinya tak jauh berbeda dengan nasi pada umumnya..



Perbedaan yang mencolok adalah nasi khas Cirebon ini dibungkus dengan daun jati.

Penyajian nasi jamblang ini menggunakan prasmanan.

Pengunjung bisa memilih langsung lauknya.

Semua warung makan nasi jamblang begitu.

Menu yang tersedia, antara lain sambal goreng, tahu sayur, paru-paru, semur hati atau daging, perkedel, sate kentang, telur dadar, telur goreng, telur masak sambal goreng, semur ikan, ikan asin, tahu, dan tempe.

Nasi jamblang sudah ada sejak era kolonial Belanda. Awal mula sejarahnya, Belanda membangun tiga pabrik di kawasan Cirebon.



Pabrik gula di wilayah Gempol Palimanan dan Plumbon, serta Pabrik Spirtus di Palimanan.

Berdirinya pabrik-pabrik tersebut banyak menyerap tenaga kerja dari wilayah sekitar dan wilayah lainnya.

Para buruh yang rumahnya jauh seperti dari Sindangjaya, Cisaat, Cimara, Cidahu, Cinaru, Bobos, dan Lokong harus berangkat di pagi buta dengan berjalan kaki.

Para buruh tersebut kesulitan mencari makan untuk sarapan karena pada saat itu belum berdiri warung-warung nasi.

Masyarakat zaman dulu menganggap menjual nasi merupakan suatu hal yang dilarang atau pamali.

Ini dapat dimaklumi karena peredaran uang kala itu masih sedikit.

Karena iba, seorang pengusaha pribumi asal Jamblang, H. Abdul Latief meminta istrinya Tan Piauw Lun atau akrab disapa Nyonya Pulung untuk menyediakan sedekah makanan berupa nasi dan lauk pauk secukupnya.

Nasi itu dibungkus daun jati dan diberikan kepada buruh pabrik.

Berita pemberian sedekah dari Nyonya Pulung rupanya menyebar dengan cepat.

Permintaan sarapan bagi buruh pun semakin bertambah banyak.

Para buruh menyadari apa yang mereka makan merupakan sesuatu yang harus dibeli.

Untuk mengganti apa yang dimakan, para buruh bersepakat memberikan uang alakadarnya kepada Nyonya Pulung.

Kegiatan itu menjadi cikal bakal usaha warung nasi jamblang Nyonya Pulung.

Pada saat itu, lauk pauk nasi jamblang yang diperuntukkan bagi para buruh hanya ada tujuh macam, yakni dendeng laos, kebuk goreng (paru), sambel goreng, tempe goreng, tahu goreng, sayur tahu, dan ikan asin panjelan (cucut).

Saat ini warung Jamblang nyonya Pulung berganti nama menjadi Nasi Jamblang Tulen.

Kini bisnis turun temurun ini tetap dikelola dan berdiri dengan kesederhanaan dari generasi ke generasi dan menyebar ke seluruh Kota Kabupaten Cirebon.

Manfaat Daun Jati

Daun jati dipilih oleh Nyonya Pulung sebagai pembungkus nasi jamblang karena daun jati bertekstur kasar dan tidak mudah sobek.

Tekstur itu membuat nasi yang sudah dibungkus tidak akan cepat basi walaupun terbungkus dalam waktu yang cukup lama.

Selain itu, para pekerja yang berasal dari wilayah Selatan Cirebon seperti Sindangjaya dan Cisaat menjadikan daun jati ini sebagai pelindung kepala di saat panas terik.

Daun jati juga digunakan sebagai pembungkus tempe di beberapa daerah.

Daun jati yang digunakan sebagai pembungkus nasi jamblang atau tempe itu miliki banyak manfaat untuk kesehatan kita.

Di dalamnya mengandung senyawa kimia, seperti quercetin, saponin, dan tanin yang mampu menurunkan kolesterol dalam tubuh.

Selain itu, saponin sangat baik untuk menjaga tekanan darah agar tidak tinggi atau hipertensi.

Berbagai jenis serangga hama jati juga sering dimanfaatkan sebagai bahan makanan orang desa.

Dua jenis serangga di antaranya adalah belalang jati yang besar berwarna kecoklatan dan ulat jati.

Ulat jati bahkan kerap dianggap makanan istimewa karena lezatnya.

Ulat ini dikumpulkan menjelang musim hujan.

Biasanya warga mengumpulkannya di pagi hari, ketika ulat-ulat itu bergelantungan turun dari pohon saat mencari tempat untuk membentuk kepompong.

Kepompong ulat jati pun turut dikumpulkan dan dimakan.

Selasa, 02 Mei 2023

Tentang Nasi Lengko by qiuslot88

Umumnya masyarakat Indonesia mengenal nasi sebagai makanan pokok.

Tidak mengherankan jika berbagai daerah di Indonesia memiliki beraneka macam olahan nasi dengan ciri khas dan kenikmatan yang berbeda-beda antara satu dengan lainnya.

Salah satu nasi yang terkenal memiliki cita rasa yang nikmat adalah Nasi Lengko.

Selain lezat, kuliner khas tanah para wali, Cirebon, Jawa Barat, ini diyakini mengandung nilai gizi yang sangat tinggi.  Yang paling terkenal adalah milik H. Barno di Jalan Pagongan, Cirebon sejak tahun 1968.



Meski hanya warung, daya tampungnya mencapai 100 pengunjung.

Nasi Lengko atau biasa yang disebut masyarakat Cirebon dengan sebutan sega lengko merupakan perpaduan bahan utama nasi dengan berbagai sayuran dan lauk-pauk yang menyehatkan.

Nasi Lengko sebenarnya mirip dengan nasi pecel.

Isinya berupa nasi yang di atasnya diberi irisan kecil timun, taoge, daun bawang, irisan tempe, dan tahu. Kemudian disiram dengan bumbu kacang yang lumayan pedas beserta taburan bawang goreng dan irisan daun kucai.



Nasi Lengko secara umum memiliki cita rasa yang gurih dan manis.

Meski demikian, bagi penikmat pedas, Nasi Lengko dapat ditambahkan dengan cabai agar menghasilkan rasa pedas sesuai dengan selera Anda.

Belum lagi tambahan taburan bawang goreng yang menghasilkan nuansa rasa Nasi Lengko menjadi begitu lengkap.

Nasi Lengko adalah kuliner khas Cirebon yang bisa dikatakan paling sehat karena berisi bahan-bahan nabati, tidak ada protein hewani, kecuali bagi yang ingin menikmati Nasi Lengko bersama sate kambing.

Rasanya kurang lengkap bila menikmati Nasi Lengko ini tanpa sate kambing.

Untuk itulah di warung ini pun menyediakan sate kambing yang begitu empuk dan tanpa bau prengus kambing.

Rahasia daging yang begitu empuk tersebut adalah karena yang dipilih adalah kambing muda berusia satu tahun. Dalam sehari warung ini membutuhkan sekitar 30-40 kg daging kambing.

Kelezatan Nasi Lengko sebenarnya ditentukan oleh rasa pedas sambalnya. Namun bagi yang tidak suka pedas, jangan khawatir. Tuang kecap di atas sambal sesuai selera.

Rasa kecap manis bercampur sambal dijamin lezat di lidah.

Lebih afdol lagi bila disantap bersama kerupuk.

Satu porsi Nasi Lengko harganya Rp 7.000, sedangkan sate kambing muda Rp 20.000 per sepuluh tusuk.

Uniknya lagi, warug nasi ini juga menyediakan es duren, mirip dengan es puter, rasanya lembut ditambah lagi dengan buah durennya yang masih utuh.

Warung Nasi Lengko H. Barno buka sejak pukul 06.00 hingga pukul 20.00.

Semua makanan disini masih dimasak menggunakan kayu bakar dan arang, sehingga kualitas rasanya selalu terjaga.

Tak ada salahnya jika Anda mencoba mampir makan siang di Nasi Lengko H. Barno saat mengunjungi kota Cirebon.

apabila tidak ingin mengalami antrian yang cukup panjang, bisa coba datangi cabangnya yang berada di Jalan Bahagia, tidak jauh pusatnya di Jalan Pagongan.

Minggu, 30 April 2023

Tentang Tahu Telor Blora by qiuslot88

Anda berkunjung ke Blora? Tentu hal yang wajib untuk mencoba makanan ini. Salah satu makanan khas dari Blora.
Bagi orang Blora tentu juga sudah tidak asing dengan makanan yang satu ini karena warungnya dapat dijumpai di berbagai sudut kabupaten Blora dari ujung ke ujung, baik dari ujung timur hingga ke barat apalagi kawasan Blora kota.


Kelezatannya dijamin akan membuat anda ingin mencoba lagi.
Lontong sendiri adalah makanan yang terbuat dari beras yang dibungkus dengan daun pisang kemudian dikukus di atas air mendidih selama beberapa jam dan jika air hampir habis dituangkan air lagi, demikian berulang sampai beberapa kali(hingga matang).
Dalam sajiannya lontong tahu Blora pada dasarnya terdiri atas lontong dan tahu goreng dengan bumbu kacang khas Blora di atasnya.


Bisa ditambahkan dengan sauran, walaupun biasanya tidak karena inilah yang membedakannya dengan pecel Blora.
Lontong yang alami adalah lontong yang menggunakan daun pisang sebagai wadahnya.
Tidak seperti perkembangan sekarang ada yang menggunakan plastic. Ini akan berbeda pada kualitas ke ramah lingkungannya dan mungkin juga berpengaruh bagi kesehatan.
Lontong tahu Blora berbeda dengan makanan lontong daerah lain. Jika anda melihat penyajiannya nanti, pesanan dapat disesuaikan dengan selera anda yakni tingkat kepedasan dan lainnya.
Barulah disana akan mulai penyajian yakni dengan pemotongan lontong dan tahu goreng, jika anda beruntung tentu tahu goreng yang masih hangat.
Lalu penyiapan bumbu kacang yang ditambahkan kecap dilakukan di depan pemesan. Selain tahu goreng juga bisa ditambahkan lauk-lauk yang lain berbagai gorengan seperti tempe goreng ataupun telur dadar dan lainnya.
Dalam pembuatannya ini disesuaikan dengan porsi jumlah pemesan dan tingkat kepedasan yang diinginkan.
Bisa jadi bahwa dalam penyiapan bumbunya hanya untuk satu pesanan.
Inilah kenapa dapat  dikatakan bahwa lontong tahu Blora adalah makanan cepat saji khas Blora.
Karena penyiapan yang cepat dan dilakukan di depan pemesan.
Makanan fresh. Salah satu factor penting dalam penyajian lontong tahu Blora adalah kecap yang digunakan.
Kecap yang digunakan oleh penjual yang paling khas adalah kecap hasil home industri.
Sebagai makanan dari Blora, kekhasan yang selalu melekat adalah penggunaan daun Jati. Mungkin latar belakangnya adalah karena di Blora banyak pohon jati maka digunakanlah daun jati. Tapi di sisi lain penggunaan daun jati memang memberikan aroma yang khas dan makanan akan terkesan alami dengan tidak menggunakan kertas minyak ataupun plastic.

Jumat, 28 April 2023

Tentang Kepala manyung Bu Marni Juwana by qiuslot88

Berada di pesisir Pantura Jawa, Juwana dikenal akan hasil lautnya yang melimpah.

Maka tak heran, kalau aneka kuliner di sini didominasi oleh ikan dan hidangan laut lainnya.

Sebagian besar olahan laut tersebut diracik dengan berbagai bumbu dan rempah, menghasilkan sajian bercita rasa gurih, pedas, dan menggugah selera.



Salah satunya, adalah mangut kepala manyung atau mangut ndas manyung.

Sejatinya, hidangan ini merupakan semacam gulai bercita rasa pedas.

Isiannya cuma satu: kepala ikan manyung berukuran jumbo.

Saking besarnya, seporsi mangut kepala manyung ini bahkan bisa disantap oleh dua orang.

Konon, makanan pedas yang satu ini membakar lidah.

Tapi, sensasi pedas itu yang justru membuat orang ketagihan.

Pantas saja, Warung Kepala Manyung Bu Marni yang kumparan kunjungi disesaki oleh pengunjung yang datang silih berganti.

Kami punya satu tujuan yang sama; menjajal kenikmatan dari si mangut kepala manyung. 

Begitu tersaji, satu buah kepala ikan manyung dengan siraman kuah kuning langsung memenuhi piring. Taburan cabai rawit utuh menghiasi permukaannya.

Kuah kuningnya memang tampak ‘jinak’, namun saat diseruput, rasa pedas dari cabai dan merica langsung menampar lidah.



Saat sensasi pedas mulai teredam, tercecap gurihnya campuran santan dan rempah lainnya.

Tak ketinggalan, aroma khas dari ikan asap yang membuat makan makin lahap.

Untuk menyantapnya, kita harus menyisir sela-sela kepala ikan, mencari daging nan lembut yang tersisip dan menunggu ‘tuk disantap. 

Rasa pedas dari kuah mangut kian terasa dan terus meningkat di tiap suapan.

Bulir-bulir keringat bercucuran, mengiringi perjuangan kami bertahan dari pedasnya mangut. 

Menurut Bu Marni, sang pemilik, resep mangut kepala manyungnya berasal dari sang ibu.

Proses memasaknya pun masih tradisional, menggunakan tungku kayu.

Sedangkan, ikan manyungnya ia dapatkan dari pasar setempat, yang sudah diasapi dan tinggal diolah.

“Untuk bumbunya, pakai kunyit,kencur, cabai rawit, laos, ketumbar, merica, dan santan,” ungkap Bu Marni kepada kumparan.

Selain mangut kepala manyung, satu hidangan lain yang tak boleh terlewatkan adalah mrico ikan sembilang.

Jenis ikan yang dipakai ialah sembilang, semacam ikan laut yang mirip lele. 

Bumbu mrico ini hampir mirip seperti mangut kepala manyung.

Bedanya, ia tak pakai santan, kunyit, dan ketumbar.

Kuahnya lebih bening, dengan paduan tomat rebus dan acar timun sebagai teman bersantap. Cita rasanya pun tak kalah garang. 

Suapan pertama langsung menusuk lidah, dengan cecapan rasa asam nan segar.

Bila tertarik untuk mencoba hidangan mangut Bu Marni, siap-siap untuk mandi keringat.

Meski teriknya cuaca Juwana dan sengatan pedas mangut akan membuat peluh bercucuran, tapi semua itu setimpal dengan rasa puas di lidah.

Mangut Kepala Manyung Bu Marni

Alamat: Jl. Silugonggo, Kauman, Kec. Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah

Kamis, 27 April 2023

Tentang Nasi gandul by qiuslot88

Nasi Gandul atau Sego Gandul (bahasa Jawa: Sega gandhul) adalah masakan khas yang berasal dari daerah Pati, Jawa Tengah, Indonesia yang sepintas mirip dengan Semur Daging dan Gulai.

Nasi gandul sepintas mirip dengan perpaduan soto dan gule, berupa daging yang dengan kuah yang berwarna kecoklatan dengan rasa gurih manis.



Nasi Gandul merupakan kuliner khas daerah Pati (daerah pesisir Jawa Tengah, jalan pantai utara Jawa). Daerah di Pati yang memopulerkan nasi gandul ini adalah Desa Gajahmati (arah selatan teminal bus Pati.

Desa Semampir/Sebelah timur dari Desa Gajahmati, itulah sebabnya sering ditemui kata-kata Nasi Gandul Gajah Mati.

Walaupun pada akhirnya banyak ditemui penjual nasi gandul yang tidak berasal dari Desa Gajahmati tetap menuliskan kata Desa Gajahmati pada spanduk tempat makan mereka.

Jika ditelusuri asal-usul pemberian nama nasi gandul, banyak versi yang mengemukakan tentang hal tersebut.

Warung Nasi Gandul yang lama berdiri dan dipercaya masyarakat Pati adalah Warung Nasi Gandul Pak Meled.

Meled mengaku warung nasi gandul miliknya tersebut awalnya dijalankan oleh orang tuanya sejak tahun 1955.

Diawali dengan berjualan secara keliling kampung hingga akhirnya diwariskan kepadanya dan memiliki tempat menetap untuk berjualan.

Etimologi

 


Terdapat banyak versi tentang asal-usul nama nasi gandul tersebut.

Versi pertama mengatakan bahwa nama nasi gandul adalah nama pemberian dari pembeli.

Dulu, di daerah Pati, penjual nasi gandul menjajakan nasinya dengan menggunakan pikulan yang berisi kuali (tempat kuah nasi gandul) di satu sisi, dan bakul nasi serta peralatan makan nasi gandul di sisi lain.

Kemudian, pikulan tersebut digotong dan dijajakan sehingga pikulan tersebut naik-turun seirama dengan langkah penjualnya (kedua sisi bambu ini bergantungan bakul nasi dan kuali kuah secara menggantung (gandul).

Oleh sebab itu, masyarakat kemudian menamainya nasi gandul.

Versi kedua, nama nasi gandul terinspirasi dari cara penyajian nasi gandul yang unik.

Cara penyajiannya: piring yang telah dilapisi oleh daun pisang, kemudian diisi oleh nasi, baru setelah itu diberi kuah.

Karena penyajian yang serupa itu, oleh para pembeli menyebut bahwa nasi dan kuah itu mengambang; menggantung (tidak menyentuh piring).

Versi Ketiga, dahulu penjual nasi gandul kepala nya botak dan dagangan nasi tersebut dipikul oleh 2 orang dengan kepala botak.

sehingga seperti gondal gandul. Oleh sebab itu, pembeli menyebutnya sebagai nasi gandul.

Versi Keempat, asal-usul Nasi Gandul ini bisa jadi humor warga Pati saja.

Diceritakan pada mulanya, penjual Nasi Gandul yang seorang pria menjajakan dagangannya dengan berkeliling.

Umumnya mereka memakai sarung.

Nah, ketika penjual tersebut duduk dan melayani pembeli, sarung penjual tersebut tersingkap dan kelihatan alat kelaminnya yang “gondal-gandul”.

Kemudian, sejak saat itu orang menyebut nasi itu adalah nasi gandul.

Makanan ini sepintas mirip dengan Soto Betawi dan Soto tangkar yang dijual di seputaran daerah Jakarta, Soto Padang yang dijual di seputaran daerah Kota Padang, serta Soto Bandung yang dijual di seputaran daerah Kota Bandung.

Cara Penyajian

Cara penyajian nasi gandul ini tergolong unik, karena dalam penyajiannya piring dialasi dengan daun pisang.

Makannya juga tidak menggunakan sendok, melainkan suru, yaitu daun pisang yang dipotong memanjang dan dilipat dua untuk digunakan sebagai pengganti sendok.

Namun biasanya para penjual nasi gandul tetap menyediakan sendok maupun garpu untuk persiapan apabila pembeli tidak dapat menggunakan suru.

Saat membeli nasi gandul biasanya hanya akan mendapatkan nasi putih ditambah kuah gandul dengan sedikit potongan daging sapi.

Apabila lauk yang telah diberikan dianggap tidak cukup, pembeli dapat meminta tambahan lauk kepada penjual.

Biasanya tambahan lauk yang tersedia pada nasi gandul adalah: tempe goreng, perkedel, telor bacem,tempe dan tahu bacem, daging sapi, dan jerohan sapi.

Tambahan lauk ini dapat dipotong kecil-kecil sesuai dengan permintaan pembeli.

Kalaupun nasi gandul dirasa kurang manis pembeli dapat menambah kecap yang telah disediakan.

Lauk tempe yang disajikan sebagai pendamping nasi gandul memiliki ciri yang berbeda dengan penyajian tempe pada umumnya.

Saat digigit, tempe dan nasi gandul ini bertekstur keras jika dibanding dengan tempe pada umumnya. Namun, saat dikunyah menjadi pecah dan mudah untuk dicerna.

Sabtu, 15 April 2023

Tentang Lentog Tanjung Kudus by qiuslot88

Di Kudus, keberadaan lentog tanjung atau yang biasanya kita kenal sebagai lontong memiliki sejarah awal mula yang khas.

Sejarah keberadaan kuliner tradisional ini berkaitan dengan masa awal penyebaran Islam di Kudus oleh para Walisanga.



Lentog tanjung sangat terkenal di Kudus.

Siapa pun masyarakat Kudus pasti sudah pernah merasakan kenikmatannya.

Bahkan kuliner khas ini memiliki arti penting tersendiri bagi masyarakat Kudus, khususnya masyarakat di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.

Dahulu, kuliner ini hanya dijual di sepanjang jalan Desa Tanjungkarang atau sering disingkat sebagai Desa Tanjung.

Namun, menu tradisional ini kemudian menyebar ke daerah-daerah lain di Kudus.

Sekarang, ketika menginjakkan kaki di Kota Kudus, kita akan dengan mudah menemui kuliner ini di berbagai tempat.

Kuliner ini menjadi menu sarapan pagi bagi masyarakat Kudus.

Terutama jika hari libur, biasanya lentog tanjung menjadi santapan pilihan bersama keluarga.

Lentog



Lentog adalah nama lain dari lontong.

Sebutan yang terakhir lebih familiar di telinga orang Indonesia pada umumnya.

Namun di Kudus, lontong lebih dikenal dengan nama lentog.

Lentog atau lontong terbuat dari beras yang dibungkus daun pisang, kemudian direbus hingga 4 jam. Yang unik, lentog Kudus berukuran jumbo.

Besarnya seukuran betis orang dewasa.

Ini yang membuatnya berbeda dari lontong pada umumnya yang berukuran kecil.

Kuah pelengkapnya terdiri dari 2 macam, yaitu sayur gori (nangka muda) dan lodeh tahu yang memiliki kandungan santan cukup tinggi.

Dilengkapi dengan sambal, bawang goreng, dan sate telur puyuh, semakin menambah nikmatnya rasa untuk bisa menggoyangkan lidah di pagi hari.

Pikiran menjadi semangat dalam beraktivitas selanjutnya.

Selain itu, penyajiannya pun unik.

Lentog disajikan di atas piring kecil yang dialasi daun pisang berbentuk lingkaran.

Memakannya pun tidak memakai sendok logam seperti biasa, melainkan memakai suru (sendok yang dibuat dari daun pisang yang disobek berbentuk persegi panjang, kemudian dilipat menjadi 2), sehingga semakin menambah sedapnya aroma lentog tanjung.

Desa Tanjung

Disebut lentog tanjung karena menu ini berkaitan dengan Desa Tanjung yang menjadi asal kuliner tradisional ini.

Desa ini terletak di Kecamatan Jati yang berada di area Jalan Lingkar di Kabupaten Kudus.

Ada kisah di balik lahirnya kuliner khas Kudus ini.

Konon, masyarakat Desa Tanjung dilarang menjual nasi.

Sebab itu, warga pun berduyun-duyun mengganti makanan pokok warung mereka dengan lentog.

Salah satu tokoh masyarakat Kudus, KH. Abdul Hadi, menjelaskan mengapa nasi dilarang untuk dijual.

Saat masih zaman kerajaan, datang beberapa wali untuk menyebarkan agama Islam di area Kudus.

Secara diam-diam, mereka ingin membangun sebuah masjid sebagai pusat dakwah Islam di Kudus.

Karena tak mau agenda penting tersebut diketahui dan digagalkan oleh pihak kerajaan, mereka membangun masjid pada malam hari hingga menjelang subuh, di saat semua orang sedang terlelap tidur.

Para wali dan beberapa muridnya tersebut mengangkut bahan bangunan yang letaknya di Desa Tanjung menuju Desa Kauman di Kecamatan Kota.

Area Desa kauman ini kini menjadi area Masjid Menara Kudus yang menjadi monumen Islam utama di Kota Kudus.

Mereka mengangkut bahan bangunan diam-diam agar tidak menarik perhatian.


Namun pada suatu hari, ketika mereka baru sibuk mengangkut bahan bangunan, terdengar suara ketukan saringan kelapa dari seorang ibu penjual nasi. Saringan kelapa tersebut ia gunakan sebagai tempat nasi.


Suara ketukan tersebut mirip dengan suara beduk subuh sehingga para murid wali menganggap hari sudah menjelang pagi.

Para murid kemudian berhenti bekerja dan dengan tergesa-gesa kembali ke area Desa Kauman untuk melaksanakan sholat subuh.


Mengetahui hal itu, sang wali kecewa karena murid-muridnya meninggalkan tanggung jawab, padahal waktu masih larut malam.

Apalagi ditambah niatnya untuk segera menyelesaikan pembangunan masjid agar bisa dipergunakan berdakwah.


Sang wali bertanya kepada murid-muridnya apa yang menyebabkan mereka berlarian meninggalkan tanggung jawab.

Salah satu muridnya menyatakan bahwa mereka mendengar suara ketukan seperti suara beduk subuh.

Sang Wali pun menyelidikinya dan kemudian mengetahui bahwa ketukan tersebut berasal dari penjual nasi yang buka hingga larut malam.

Menurut KH Abdul Hadi, Sang Wali kemudian mengeluarkan peringatan kepada warga Desa Tanjung: “Nek ono rejo-rejone jaman. Wong Tanjung ojo ono sing dodolan sego, mergo ngganggu pembangunan.”

Dari ucapan di atas, tampak bahwa Sang Wali melarang warga Desa Tanjung untuk berjualan nasi (bahasa Jawa: sego).

Untuk menyiasati hal itu, para warga pun mengganti menu pokok warung mereka dengan lentog.

Untuk menambah cita rasa pada potongan lentog, warga pun membuat sayur khusus.

Warga Desa Tanjung melakukannya sebagai penghormatan kepada Sang Wali, juga sebagai dukungan untuk memudahkan tersebarnya Islam di Kudus.

Hal ini membuat gangguan terhadap pembangunan masjid dihilangkan sehingga prosesnya berjalan lancar.

Sampai saat ini, Masjid Menara Kudus masih berdiri megah di area Masjid Kauman dan area makam Sunan Kudus.

Sejarah ini menjadi kenangan mendalam bagi warga Tanjung. Sampai sekarang pun, warga asli Tanjung tidak berani berjualan nasi. Sebagai gantinya, mereka menjual lentog tanjung.

Kamis, 13 April 2023

Tentang Garang Asem Kudus by qiuslot88

Selain sop ayam dan sate kerbau, di Kudus juga ada garang asem ayam yang enak.

Dibungkus dengan daun pisang, dikukus menjadi gigitan yang nikmat.

Memainkan Garang Asem memiliki dua arti.



Di Jawa Tengah, Garang berarti hidangan daging dengan kuah berwarna cokelat yang memiliki rasa sedikit manis asam segar.

Di Kudus, garang asem berarti potongan ayam kampung yang dibumbui irisan belimbing atau tomat hijau, cabai dan daun salam, serta lengkuas.

Mendapatkan Garang Asem di Kota Kretek tidaklah sulit.

Anda bisa mampir ke salah satu penjualnya di Pusat Garang Asem, RM. Gasasa Garang Asem Sari Rasa Pantura Kuduas – Pati, juga di  Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Kudus

Di sana Anda bisa menikmati kelezatan Garang Asem.

Imam mengaku mencoba menikmati Garang Asem.

Menurutnya, rasa asam garang  begitu nikmat, apalagi jika disajikan dalam bungkus daun pisang. Baunya enak. 

“Saya baru pulang dari Kudus dan mampir ke sini, saya ingin mencicipi asam garang asem. Rasanya enak, pedas, ayamnya bebas dan kuah yang dibungkus daun pisang sangat menggoda, enak, nikmat,” kata imam usai makan garang asem"

 Koki RM. Garang Asem, Santoso (43), mengatakan, selama proses penyiapan, potongan ayam kampung dicampur dengan kuah bumbu.

Kemudian dibungkus dengan daun pisang.



"Kemudian diaduk atau dikukus selama 1,5 jam. Ini  agar bumbu meresap ke dalam serat daging," kata Santoso dari juru masak Garang Asem. 

Menurutnya, asam garang yang dibungkus  daun pisang cenderung lebih menonjol aroma sedapnya.

Saat mengukus, gunakan api besar untuk uap panas.

“Daun pisangnya memberikan aroma yang khas dan lebih enak dibandingkan dimasak langsung di dalam panci,” kata Santoso. 

Rata-rata 50 ekor ayam kampung diolah menjadi asam per hari.

100 porsi Garang Asem disajikan setiap hari.

“Biasanya disajikan dengan nasi dan kerupuk.

Satu porsi garang asam jawa harganya Rp 30.000,” ujarnya.

Rabu, 12 April 2023

Tentang Bakso Agung Semarang by qiuslot88

Semarang tidak hanya menyajikan destinasi tempat wisata yang tetapi juga banyak wisata kuliner di semarang yang bikin nagih salah satunya bakso Agung.



Semarang sebagai ibukota provinsi Jawa Tengah dikenal juga sebagai tempat destinasi wisata dan memiliki wisata kuliner yang beraneka macam seperti Bakso Agung

Oleh karena itu simak informasi lengkap tentang wisata kuliner yang satu ini yaitu bakso Agung.

Akhir-akhir ini hujan menjadi langganan di beberapa wilayah Indonesia sehingga menikmati menu bakso Agung bisa menjadi rekomendasi kuliner kala hujan.

Bakso Agung ini sebenarnya bakso babat khas Salatiga yang sudah memiliki cabang dimana-mana salah satunya ya Kota Semarang ini.

Bakso ini memiliki kuah bening yang seger dan gurih untuk dinikmati selagi hangat.



Ada beberapa menu bakso Agung yang ditawarkan yaitu bakso urat, bakso halus, bakso ikan, babat, lidah, kikil, jeroan dan lain lain.

Selain itu bakso Agung ini juga menyediakan 18 toping yang bisa dicustom sesuai keinginan pelanggan.

Untuk porsinya jangan ditanyakan lagi yang jelas bikin perut kenyang harga pas dikantong.

Tidak hanya bakso, tempat ini juga menyediakan snack ala mexican yaitu Crispy Empanadas cheesy Egg.

Tempatnya pun dilengkapi fasilitas yang gak kalah lengkap yaitu ruangan ber-ac, baby chair, dan bersih sehingga nyaman untuk dikunjungi bersama keluarga

Kalau berkunjung ke tempat ini jangan lupa nikmati juga wedang uwuhnya yang enak banget.

Ada juga coklat jahe yang gak kalah lezatnya.

Lokasinya Bakso Agung ini yaitu di Jl. Puri Anjasmoro Raya B1/21, Semarang.

Namun, tidak perlu khawatir jika lokasi ini jauh dari rumah karena ada beberapa cabangnya yaitu

  • Jl. Dr. Wahidin 86 A, Semarang
  • Jl. MH.Thamrin no 35 , Semarang
  • Jl. Karangwulansari no. 4, Semarang

Tentang Angkringan Pak Gik by qiuslot88

Pemilik Angkringan Pak Gik,Sugijo, meninggal dunia, Minggu 13 Februari 2022.



Angkringan Pak Gik di Kota Semarang sudah cukup melegenda.

Purwanto, anak ketiga dari Sugijo, berkata jika usia Angkringan Pak Gik sudah 50 tahun.

Adapun angkringan tersebut berlokasi di Jalan Inspeksi, Sekayu, Gajah Mada atau tepatnya di pinggir Kali Inspeksi.



Nasi Kucing Pak Gik ini cukup berbeda dari yang lain karena buka pada pukul 23.00 sampai 04.00 WIB.

Meski demikian banyak masyarakat yang punya kenangan di sini.

Terutama dalam menuntaskan perut keroncongan di tengah malam makan nasi kucing.

Purwanto tadi menjelaskan jika Angkringan Pak Gik berdiri sejak 1960-an.



"Sejarahnya dulu warung berdiri tahun 60-an. Dari tahun 60,70, 80-an buka dari jam 2 pagi.

Lalu sekitar tahun 77 ketika saya ikut bantu buka lebih awal, maju jadi pukul 12 malam,” kata Purwanto beberapa waktu yang lalu.

Ketika pengelolaan dipegang penuh Purwanto jam buka pun jadi maju lagi yaitu pukul 11 malam.

Hal ini dilakukan untuk menjembatani para pelanggan yang sudah menunggu lama.

Terutama dari kalangan anak sekolah dan mahasiswa.

“Sekarang dari pukul 11 malam hingga habis sekitar 4 pagi.Seringnya habis meski di musim hujan dagangan masih sisa,” tambahnya.

Makanan yang dijual di sini juga tidak semuanya dibuat sendiri oleh keluarga Pak Gik, melainkan hasil titipan dari warga sekitar yang jumlahnya hingga 30-an orang

Jadi ketika satu menu habis akan diantar lagi.

Lebih dari itu, sajian makanan Angkringan Pak Gik tidak jauh berbeda dari angkringan lainnya.

Terdapat berbagai jenis macam gorengan, sate dan makanan lain.

Mungkin yang membedakan adalah tehnya yang kental dan spesial.

Selasa, 11 April 2023

Tentang Gorengan Prasojo by qiuslot88



Salah satu jajanan yang wajib dicoba di Semarang adalah tahu petis.

Tahu Petis Prasojo, tahu petis legendaris sejak tahun 1980 yang jual tahu goreng isi petis.

Kota Semarang, Jawa Tengah terkenal dengan kulinernya yang lezat dan beragam.

Dari nasi ayam, soto ayam, hingga jajanan tahu bakso dan tahu petis.

Jajanan yang wajib dicoba saat berada di Semarang adalah tahu petis.

Jajanan berbahan dasar tahu ini sebenarnya mudah ditemui di pinggiran jalan, karena banyak penjual tahu petis tanpa nama yang tersebar di sekitar Semarang.

Kalau ingin mencoba tahu petis yang istimewa, kamu bisa datang ke gerai Tahu Petis Prasojo.

Tempat yang menawarkan tahu petis ini sudah legendaris di Semarang, berdiri sejak tahun 1980.

Penasaran dengan tahu petis yang tersohor di Semarang ini, tim detikFood mengunjungi gerainya yang berlokasi di Pringgading.

Gerainya berada di pinggir jalan dengan gerobak berwarna kuning yang mencolok dengan tulisan Tahu Petis Prasojo yang besar.

Kami mengunjungi gerainya sudah pukul 19.00 WIB dan saat itu hanya tersisa tahu petis, rolade goreng, dan tempe mendoan.

Kalau saja kami datang lebih sore, pasti semua gorengan masih tersedia.

Seperti tape goreng, pisang goreng, tahu susur, dan lunpia.

Ternyata gerai yang kami kunjungi adalah cabang dari Tahu Petis Prasojo Simpang Lima.

Gerai yang berada di Pringgading ini dikelola oleh generasi kedua yaitu Didik Saputra.



Didik Saputra menjelaskan kalau pada tahun 1980 ayahnya yang benama Lilik Windarto berjualan tahu petis di Simpang Lima.

Dulu hanya berupa gerobakan hingga menempati salah satu tempat di Pujasera Simpang Lima. Kemudian, Didik Saputra membuka gerai Tahu Petis Prasojo di Pringgading ini pada tahun 2000-an.

"Dulu tahun 1980 itu bapak yang jualan, bapak saya Lilik Windarto. Dulu masih gerobak, terus akhirnya punya tempat di pujasera Simpang Lima," kata Didik Saputra.

"Lalu, saya buka di sini (cabang Pringgading) tahun 2000-an. Baru dua tempat ini," lanjutnya.

Tahu petis menjadi andalan dari warung gorengan ini.

Setiap harinya Didik dan keluarga menyiapkan petis yang segar dan berkualitas.

Biasanya petis memiliki aroma yang agak amis karena terbuat dari udang.

Namun petis yang digunakan oleh Tahu Petis Prasojo tidak amis sama sekali dan warnanya hitam pekat.

Aroma sedap bawang putih yang malah terasa kuat.

Resep keluarga juga tetap dipertahankan, sehingga rasa lezatnya selalu berhasil memuaskan selera.

Konon 'petis' ini dibuat dari larutan tunta cumi dan tepung kanji dengan bumbu bawang putih.

"Petisnya tentu pakai resep keluarga. Pakai udang, cumi, bawang putih, sisanya rahasia," ujar Didik.

Tahu Petis Prasojo bisa dinikmati dengan harga Rp 3.000 per buahnya.

Jenis tahu yang digunakan adalah tahu pong dengan ukuran yang besar. Isian petisnya juga melimpah, bahkan sampai meluber.

Gigitan pertama langsung bertemu dengan rasa manis dan gurih yang dominan.

Petisnya benar-benar tidak terasa amis.



Aroma dan rasa bawang putih juga sangat kuat, bahkan masih terasa potongan bawang putihnya.

Rasanya yang manis gurih ini bikin ketagihan.

Sehingga tak cukup kalau hanya menyantap satu buah tahu petis saja.

Apalagi kalau dinikmati bersama cabe rawit hijau yang pedas.

Karena sudah melegenda di Semarang, tak heran kalau Tahu Petis Prasojo memiliki banyak langganan tetap. Bahkan, datang dari kalangan artis dan pejabat.

Didik Saputra menceritakan kalau penyanyi kondang Yuni Shara menjadi pelanggan setianya.

Beberapa waktu lalu, saat Yuni Shara ada acara di Semarang membeli puluhan tahu petis.

"Belum lama ini ada Yuni Shara beli tahu petis. Dia kebetulan abis ada acara di Semarang, jadi mampir dan beli," cerita Didik.

Selain Yuni Shara dan artis lainnya, pejabat juga banyak yang membeli Tahu Petis Prasojo.

Didik mengungkapkan kalau terakhir kali ada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto yang membeli 120 buah tahu petis.

"Itu Menteri Airlangga juga kemarin beli tahu petis di warung kami. Memang bukan langsung dia, tapi lewat suruhannya. Beli 120 tahu petis," sambung Didik.

Senin, 10 April 2023

Tentang Tahu Petis Bu Aning Semarang by qiuslot88

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Aneka gorengan di Kota Lunpia Semarang, banyak dijajakan di pinggir jalan sejak sore hingga malam. Ada mendoan, bakwan, pisang goreng, dan tak lengkap tanpa tahu petis.



Yang banyak dikenali masyarakat adalah Tahu Petis Bu Aning dan Tahu Petis Prasojo.

Tahu petis menjadi salah satu ciri khas kuliner Kota Semarang.

Kuliner ini terbuat dari tahu goreng yang diolesi petis di dalamnya.

Setiap tahu petis memiliki rasa dan keunikannya masing-masing tergantung pembuatnya.

Sipora Aning Prasetyowati adalah pemilik usaha Tahu Petis Bu Aning.

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Ia mendirikan usahanya berawal dari kesukaan suaminya dengan tahu petis.

Hanya ingin masakan sang istri, sang suami pun merekomendasikan Aning untuk menjual tahu petis sendiri.

Tapi sebelum jualan, Aning melakukan uji coba agar percaya diri.

Ia pun membuat tahu petis untuk teman-temannya.

Ia ingin teman-temannya mencoba, me-review, mengkritik rasa tahu petis buatannya.



Ternyata respon yang dia dapat sangat positif.

Aning pun semakin semangat mendirikan usaha tahu petis ini.

Sejak 2016, Aning memulai usahanya.

Petis merupakan saus hitam kental yang dibuat dari sisa pengolahan udang.

Tapi tahu petis milik Aning, memiliki cita rasa petis yang khas.

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Karena kekhasannya itu, sangat disukai konsumen.

Hal ini karena Aning membuat petisnya sendiri. “Saya bikin petis sendiri, Saya bumbuin sendiri, Saya membuat petis dengan segenap cinta dan hidup saya,” tegas Aning.

Sebelum terkenal seperti sekarang, Aning hanya menjual tahu petis apabila mendapatkan pesanan.

Kemasannya masih sederhana.

Bungkusnya pun menggunakan kardus putih yang biasa dipakai untuk nasi kotak.

Namun sejak awal 2019, ia mulai memiliki keberanian membuka usaha tahu petisnya secara terbuka. Perlahan tapi pasti.

Usaha tahu petisnya mulai berkembang. “Justru saat pandemi Covid-19 ini, pesanan jadi tambah banyak.



Ini berkat Tuhan,” katanya penuh syukur.

Kini ia bisa menjual tahu petisnya di lima lokasi di Kota Semarang.

Kendati begitu, perempuan 44 tahun ini mengakui, usaha tahu petisnya terbilang masih kurang promosi.

Meski sudah dapat dibeli langsung di daerah Deltas Mas, Peterongan, Hasanuddin, Tembalang, dan Tlogosari.

Selain itu, ia juga menjual tahu petisnya secara online melalui media sosial Instagram dan e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia.

Produk tahu petis miliknya mempunyai 2 varian, original dan crispy.

Varian original menggunakan tahu putih dengan tekstur lembut.

Sedangkan varian crispy, tekstur tahunya garing dan renyah. Pelanggan dapat membeli tahu petis dengan petis yang dipisah maupun dioleskan langsung.

Aning mengungkapkan, biasanya tahu petis original miliknya dikonsumsi oleh pelanggan usia 40 tahun ke atas.

Sedangkan usia 40 tahun ke bawah lebih menyukai tahu petis crispy.

Produk tahu petis miliknya pernah dijual di berbagai negara di dunia seperti Belanda, Hongkong, Amerika, Malaysia, Australia, dan negara-negara lainnya. “Yang belum Afrika. Saya ingin sekali tahu petis saya bisa sampai Afrika,” harap Aning.

Aning menjual tahu petis siap konsumsi dalam kemasan.

Tahu petis siap konsumsi biasanya bisa bertahan sampai dua hari.

Sedangkan yang kemasan, tahu petisnya di-vacum.

Biasanya bertahan 10 hari hingga satu bulan. “Konsumen saya pernah cerita, sudah 3 bulan beli, rasanya masih enak,” ungkapnya.

Harga tahu petis yang ditawarkan pun bervariasi.

Mulai kisaran Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu.

Selain tahu petis, Aning juga menjual petis buatannya dalam bentuk kemasan pounch dan botol 250 gr. Bahkan, tahu petis buatan Aning sudah dikenal oleh kalangan artis ibukota seperti Uut Permatasari, Melaney Ricardo, dan Okky Lukman.

Minggu, 09 April 2023

Tentang Swikee by qiuslot88

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Swike atau Swikee adalah Masakan Tionghoa Indonesia yang terbuat dari paha kodok.

Hidangan ini dapat ditemukan dalam bentuk sup, digoreng kering, atau ditumis.



Aslinya hidangan ini berasal dari pengaruh masakan Tionghoa yang masuk ke Indonesia.

Istilah "swikee" berasal dari dialek Hokkian (水雞, Pe̍h-ōe-jī: súi-ke) sui (air) dan ke (ayam), yang merupakan slang atau penghalusan untuk menyebut kodok sebagai "ayam air".

Makanan ini biasanya dikaitkan dengan daerah Purwodadi.



Bahan utama hidangan ini adalah kaki kodok (umumnya dari "kodok hijau" atau "kodok ijo") dengan bumbu bawang putih, jahe, dan tauco, garam, dan lada.

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Dihidangkan dengan taburan bawang putih goreng dan daun seledri di atasnya, swike biasanya disajikan dengan nasi putih.



Ada yang berpendapat bahwa rasa dan tekstur swike merupakan paduan antara ayam dan ikan.

Umumnya hanya bagian paha kodok yang dijadikan swike, akan tetapi bagian kulitnya dapat dikeringkan dan digoreng menjadi kripik kulit kodok.

Cara memasak swike yang lainnya adalah "pepes kodok", daging kodok tanpa tulang dimasak dalam bungkusan daun pisang sebagai pepes.

Selain di Purwodadi, swike juga dapat ditemukan di berbagai kota di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung (salah satu gerai restoran populer adalah "Swikee Jatiwangi"), Yogyakarta, Semarang dan Surabaya.

Umumnya restoran-restoran swike di Indonesia menyebut dirinya sebagai restoran "Swike Purwodadi", "Swike Jatiwangi", dan "Jo Kodok".

Indonesia adalah pengekspor kaki kodok terbesar di dunia, dengan mengekspor lebih dari lima ribu ton daging paha kodok tiap tahunnya, kebanyakan untuk memenuhi permintaan dari Prancis, Belgia, dan Luksemburg.

'kumpulan Judi Slot Online tembak ikan Online Togel Online Casino Online Bola Online Terbaik Dan Terpercaya Saat Ini Di Indonesia,judi slot online, judi tembak ikan online, judi togel online, judi casino online, judi bola online, agen judi slot, agen judi tembak ikan, agen judi togel, agen judi casino, agen judi bola, bandar judi slot, bandar judi tembak ikan, bandar judi togel, bandar judi casino, bandar judi bola'

Pada masa lalu kodok diperoleh dengan memburunya dari alam, seperti menangkapnya di sawah, dan kodok mudah ditemukan terutama saat musim hujan.

Kini terdapat beberapa usaha peternakan kodok untuk diekspor memenuhi permintaan pasar luar negeri, terutama Prancis.



Terdapat dua masalah utama mengenai konsumsi kodok di Indonesia; yaitu masalah agama dan lingkungan.

Dalam aturan pangan Islam, mayoritas mazhab dalam hukum syariah menganggap daging kodok bersifat haram (non-halal).

Masuknya daging kodok dalam kategori haram didasari dua pendapat; makanan yang boleh dikonsumsi tidak boleh menjijikkan, dan adanya larangan untuk membunuh kodok serta binatang lain seperti semut, lebah, dan burung laut bagi umat Muslim.

Status haram daging kodok ini menuai kontroversi, seperti contoh kasus di Demak, di mana Bupati mendesak para pengusaha restoran swike untuk tidak mengkaitkan swike dengan Demak.

Hal ini karena dianggap dapat mencoreng citra Demak sebagai daerah Wali dan daerah Islam pertama di pulau Jawa, serta kebanyakan warga Demak adalah pengikut mazhab Syafi'i yang mengharamkan daging kodok.

Sesungguhnya dalam aturan pangan Islam terdapat perbedaan dalam memandang masalah halal atau haramnya daging kodok.

Kebanyakan mazhab utama dalam Islam seperti mazhab Syafi'i, Hanafi, dan Hambali secara jelas melarang konsumsi daging kodok, akan tetapi mazhab Maliki memperbolehkan umat Islam untuk mengkonsumsi kodok tetapi hanya untuk jenis tertentu; yaitu hanya kodok hijau yang biasanya hidup di sawah, sementara kodok-kodok jenis lainnya yang berkulit bintil-bintil seperti kodok budug tidak boleh dikonsumsi karena beracun dan menjijikkan.

Para aktivis lingkungan mendesak dibatasinya konsumsi kodok terutama kodok liar yang bukan hasil peternakan karena arti penting kodok bagi ekosistem.

Para ahli konservasi mengingatkan bahwa kodok dapat mengalami nasib sama seperti ikan kod, permintaan kuliner yang berlebihan dapat mengurangi populasi kodok regional secara hebat sehingga tidak dapat dipulihkan seperti sediakala.

Seperti kebanyakan hewan amfibia, kodok dengan kulitnya yang tipis, basah dan berlendir sangat peka dan rentan terhadap perubahan lingkungan dan pencemaran.

Populasi amfibia dunia terancam berkurang karena hancurnya habitat, kerusakan lingkungan, dan pencemaran.

Tentang Es Teler dan Campur Pak Joni Semarang by qiuslot

Di antara banyaknya kuliner legendaris di Kota Semarang , Es Teler dan Es Campur Pak Joni menjadi pilihan kuliner yang tak boleh dilewatk...